Naufal ‘Affan Penulis | Ridwan Habibie Editor
HARIAN EXPRESS, TANGSEL – Dua pengamat menilai kebijakan Pemkot Tangsel menyewa kendaraan dinas efektif menghemat anggaran. Kamis, (16/07/2026)
Pengamat politik Herry Mendrofa, yang juga Direktur Eksekutif Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA), memandang kebijakan ini menghindari beban biaya perawatan mobil dinas sebagai aset. Langkah ini sekaligus dapat menghemat anggaran daerah.
“Hemat saya ini bisa dibaca sebagai strategi efisiensi fiskal. Dengan menyewa, pemerintah menghindari beban jangka panjang berupa perawatan aset yang sudah melewati umur ekonomis, sekaligus menjaga fleksibilitas anggaran agar tidak terkunci pada belanja modal besar,” ujar Herry Mendrofa.
Herry menambahkan, model kebijakan tersebut merupakan bentuk mitigasi risiko fiskal. Biaya sewa menjadi lebih mudah diprediksi dan tidak menambah beban aset tetap.
Kebijakan ini juga memungkinkan penyesuaian kebutuhan kendaraan sesuai periode kontrak.
Meski demikian, Herry Mendrofa menekankan pentingnya Pemkot Tangsel untuk melihat efektivitas kebijakan tersebut. Hal ini sangat bergantung pada transparansi kontrak, akuntabilitas penyedia, dan evaluasi berkala.
Sementara itu, Pengamat Ekonomi Universitas Pelita Harapan (UPH), Tanggor Sihombing, juga menilai opsi sewa kendaraan dinas lebih efektif dan efisien. Terutama dari sisi pengeluaran anggaran.
“Rental sangat baik dari sisi cash flow, diawal tak perlu investasi dana besar. Juga dari sisi manajemen resiko, karena resiko akan menjadi tanggungan penyedia jasa, termasuk biaya pemeliharaan,” tegasnya.
Tanggor menyarankan agar akuntabilitas pengadaan kendaraan dinas ditingkatkan melalui tender terbuka. Penggunaan e-procurement terbuka dapat meningkatkan transparansi.
Pemkot Tangsel diketahui telah menganggarkan Rp20 miliar untuk skema sewa kendaraan dinas ini.
