Kamis, 24 September 2026
Hot

Embun Pagi: Saat Cahaya Bulan Sirna dan Tiada Tempat Berlindung

Renungan Kamis QS Al-Qiyamah 6-12 tentang dahsyatnya kiamat, tempat kembali, dan doa keberkahan hidup

Article ad before first paragraph

HARIANEXPRESS, TANGERANG SELATAN – Segala puji bagi Allah, Penguasa semesta alam yang menetapkan awal dan akhir dari segala penciptaan. Di pagi hari yang dihiasi tetesan embun yang menyejukkan ini, kita kembali disadarkan akan besarnya nikmat kehidupan. Namun, di balik ketenangan duniawi yang kita rasakan saat ini, Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan sebuah peringatan keras tentang suatu hari yang pasti akan datang, sebuah hari di mana segala ketenangan akan sirna.

Dalam Surah Al-Qiyamah ayat 6 hingga 12, Allah merekam kesombongan dan kebingungan manusia di akhir zaman:

“Dia bertanya, ‘Kapankah hari Kiamat itu?’ Maka apabila mata terbelalak (ketakutan), dan bulan pun telah hilang cahayanya, lalu matahari dan bulan dikumpulkan, pada hari itu manusia berkata, ‘Ke mana tempat lari?’ Tidak! Tidak ada tempat berlindung! Hanya kepada Tuhanmu tempat kembali pada hari itu.”

Ayat-ayat yang menggetarkan jiwa ini bermula dari pertanyaan bernada meremehkan tentang kapan datangnya hari kiamat. Allah kemudian menjawabnya bukan dengan waktu, melainkan dengan gambaran peristiwa kosmis yang mencekam: mata yang terbelalak kaku karena ketakutan yang luar biasa, cahaya bulan yang padam, hingga bertabrakannya matahari dan bulan.

Article ad in the middle of article

Pada saat yang genting itu, manusia yang dahulu angkuh akan berlari kebingungan mencari tempat berteduh. Namun, ketetapan Allah telah jatuh: tidak ada benteng, tidak ada gunung, dan tidak ada harta yang mampu menjadi tempat berlindung. Pada akhirnya, hanya kepada Allah jua setiap jiwa akan dikembalikan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Oleh karena itu, sebelum hari kepanikan itu tiba, marilah kita jadikan hari Kamis ini sebagai momentum untuk terus memperbaiki diri. Semangatlah dalam beraktivitas, berniaga, dan bekerja, namun pastikan setiap tetes keringat kita niatkan sebagai bekal ibadah untuk kembali kepada-Nya.

Untaian Doa di Pagi Hari

Sembari merajut asa di hari ini, marilah kita tengadahkan tangan dan memohon rahmat dari Sang Pemilik Kehidupan:

Ya Allah, Yang Maha Menyembuhkan, karuniakanlah kepada kami nikmat sehat yang berbalut ketaatan. Bagi saudara-saudara kami yang saat ini sedang diuji dengan penyakit, angkatlah sakitnya, dan jadikanlah kesabaran mereka sebagai penggugur dosa.

Ya Allah Yang Maha Mengetahui, anugerahkanlah kepada kami ilmu yang bermanfaat, yang menerangi jalan kami menuju surga-Mu. Mudahkanlah segala urusan dunia kami, agar dengannya kami mampu meluangkan waktu lebih banyak untuk mendekatkan diri kepada-Mu.

Wahai Dzat Yang Maha Pemberi Rezeki, bukakanlah pintu-pintu rezeki-Mu yang berlimpah, halal, dan penuh barokah. Dan yang tak kalah penting, ya Rabb, tanamkanlah di dalam hati kami kekuatan untuk senantiasa bersyukur saat menerima nikmat, dan tangguh bersabar saat menghadapi ujian.

Aamiin, Ya Rabbal ‘Aalamiin.

Selamat beraktivitas di hari Kamis. Tetaplah melangkah dalam naungan rida dan petunjuk-Nya.

Ustadz Sudarmanto, Lc.

Article ad after last paragraph