Rabu, 23 September 2026
Hot

Embun Pagi: Jangan Berpaling Seperti Keledai Liar, Jemputlah Hidayah-Nya

Ustadz Sudarmanto, Lc. mengajak umat Islam merenungi Surah Al-Muddassir ayat 48-53 untuk menghindari sifat keras hati seperti keledai liar di hari Senin.

Article ad before first paragraph

HARIANEXPRESS, TANGERANG SELATAN – Meresapi kesejukan pagi ini, marilah kita sejenak menundukkan hati, memohon perlindungan kepada Allah SWT dari godaan setan yang terkutuk, serta memulainya dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Segala puji bagi Allah yang masih memberikan kita kesempatan menghirup udara Senin yang penuh semangat. Salawat dan salam semoga tercurah kepada uswah hasanah kita, Nabi Muhammad SAW.

Saudaraku yang dirahmati Allah,

Al-Qur’an adalah syifa (penyembuh) dan hudan (petunjuk). Namun, adakalanya hati manusia menjadi bebal dan enggan menerima kebenaran. Mari kita renungkan peringatan batin yang Allah abadikan dalam Surah Al-Muddassir ayat 48-53:

Article ad in the middle of article

“Maka tidak berguna lagi bagi mereka syafaat (pertolongan) dari orang-orang yang memberikan syafaat. Lalu mengapa mereka (orang-orang kafir) berpaling dari peringatan (Allah)? seakan-akan mereka keledai liar yang lari terkejut, lari dari singa. Bahkan setiap orang dari mereka ingin agar diberikan kepadanya lembaran-lembaran (kitab) yang terbuka. Tidak! Sebenarnya mereka tidak takut kepada akhirat.”

Melalui ayat-ayat ini, Allah SWT memberikan tamsil (perumpamaan) yang sangat kuat tentang perilaku orang-orang yang menutup diri dari hidayah. Mereka digambarkan seperti keledai liar yang lari tunggang langgang ketakutan saat melihat singa. Mengapa mereka lari? Mengapa mereka berpaling dari peringatan-Nya yang menenteramkan?

Akar masalahnya bukan pada kurangnya bukti, melainkan pada keangkuhan batin dan hilangnya rasa takut kepada hari akhirat. Kesibukan dunia acapkali membuat kita lalai, seolah-olah hidup ini abadi dan menganggap remeh hari pertanggungjawaban kelak. Akibatnya, pada hari itu, tiada lagi guna syafaat (pertolongan) bagi mereka yang konsisten berpaling.

Di hari Senin yang penuh potensi ini, mari kita luruskan niat. Jangan biarkan hati kita menjadi kaku seperti keledai liar yang menjauh dari sumber keselamatan. Jadikan setiap aktivitas kerja dan usaha kita sebagai ibadah yang mendekatkan diri kepada-Nya.

Untaian Doa di Pagi Senin

Mengiringi semangat aktivitas kita, marilah kita tadahkan tangan bermohon kepada Penguasa Semesta Alam:

Ya Allah, Ya Rabbal ‘Aalamiin,

Di pagi yang berkah ini, karuniakanlah kepada kami, keluarga kami, dan saudara-saudara kami nikmat kesehatan yang paripurna. Angkatlah penyakit bagi mereka yang sedang sakit, sembuhkanlah raga dan jiwanya dengan kesembuhan yang tak meninggalkan rasa sakit.

Ya Ghaffar, ampunilah segala dosa kedua orang tua kita. Sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangi kita di waktu kecil.

Ya ‘Alim Ya Hakim, anugerahkanlah kepada kami ilmu yang bermanfaat, ilmu yang menuntun kami pada kesuksesan dan kebahagiaan hakiki di dunia maupun di akhirat. Berkahilah kami dengan panjang umur dalam ketaatan dan ketakwaan.

Ya Razzaq, mudahkanlah urusan kami dalam menjemput Rezeki yang halal, thayyib, dan membawa berkah bagi kehidupan kami.

Bimbinglah hati kami, ya Allah, agar senantiasa menjadi hamba yang pandai bersyukur atas limpahan nikmat-Mu dan hamba yang kokoh bersabar di atas setiap ujian-Mu.

Aamiin Ya Rabbal’aalamiin.

Selamat beraktivitas di hari Senin. Semangat menjemput rida Allah!

Ustadz Sudarmanto, Lc.

Article ad after last paragraph