Minggu, 20 September 2026
Hot

Embun Pagi: Empat Kelalaian yang Membawa Penyesalan Abadi

Ustadz Sudarmanto, Lc. mengingatkan umat Islam di hari Ahad untuk bermuhasabah diri dan menghindari empat kelalaian yang memicu penyesalan di akhirat.

Article ad before first paragraph

HARIANEXPRESS, TANGERANG SELATAN – Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam yang senantiasa menggugurkan dosa-dosa hamba-Nya melalui tetesan embun rahmat dan ampunan. Pagi ini, kita kembali dibangunkan dari “kematian kecil” kita, menyapa hari Ahad yang cerah, sebagai tanda bahwa Allah masih memberikan kita waktu untuk mengumpulkan bekal sebelum kembali kepada-Nya.

Saudaraku yang dirahmati Allah,

Pernahkah kita merenungkan apa yang kelak akan menjadi penyesalan terbesar manusia di akhirat? Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengabadikan sebuah dialog yang menggetarkan jiwa antara penghuni surga dan para pesakitan di neraka Saqar. Ketika ditanya apa yang membuat mereka terjerumus ke dalam azab, mereka menjawab dengan penuh penyesalan yang tiada lagi berguna:

“Dahulu kami tidak termasuk orang-orang yang melaksanakan shalat, dan kami (juga) tidak memberi makan orang miskin, bahkan kami biasa berbincang (untuk tujuan yang batil), bersama orang-orang yang membicarakannya, dan kami mendustakan hari pembalasan, sampai datang kepada kami kematian.”
(Terjemahan QS. Al-Muddassir: 43-47)

Article ad in the middle of article

Ayat ini adalah potret nyata tentang empat kelalaian yang menghancurkan.

Pertama, putusnya tali komunikasi spiritual dengan Sang Pencipta karena meninggalkan shalat.

Kedua, hilangnya kepekaan sosial dan rasa kemanusiaan karena enggan berbagi dengan fakir miskin.

Ketiga, menghabiskan waktu dan usia untuk kesia-siaan serta tenggelam dalam pembicaraan yang batil (gosip, fitnah, dan maksiat).

Dan keempat, hati yang tertutup dari mengimani Hari Pembalasan, hingga akhirnya maut datang menjemput secara tiba-tiba tanpa sempat bertaubat.

Oleh karena itu, jadikanlah hari Ahad ini bukan sekadar hari untuk beristirahat dari lelahnya urusan dunia, melainkan juga hari untuk mengistirahatkan hati dari kelalaian. Mari kita perbaiki shalat kita, perbanyak sedekah kita, jaga lisan kita dari hal yang tak bermanfaat, dan kuatkan iman kita akan kepastian janji Allah.

Untaian Doa di Pagi Hari

Mengawali aktivitas di hari Ahad yang penuh berkah ini, marilah kita menengadahkan tangan memohon rida-Nya:

Ya Allah, Yang Maha Menjaga, karuniakanlah kepada kami keadaan yang senantiasa sehat wal afiat. Bagi saudara-saudara kami yang saat ini tengah diuji dengan sakit, turunkanlah syifa-Mu, angkatlah penyakitnya, dan jadikan kesabarannya sebagai penghapus dosa.

Ya Allah, Yang Maha Menghidupkan, panjangkanlah umur kami dalam ketaatan kepada-Mu. Lindungilah setiap langkah kami dari jurang kemaksiatan dan kelalaian. Mudahkanlah segala urusan dunia kami agar menjadi wasilah menuju surga-Mu, dan karuniakanlah kami rezeki yang berkah serta berlimpah.

Dan yang paling utama, ya Rabb, tetapkanlah hati kami untuk selalu menjadi hamba yang pandai bersyukur di kala menerima nikmat, dan tangguh bersabar di kala menghadapi ujian.

Aamiin, Ya Rabbal ‘Aalamiin.

Selamat beraktivitas dan bermuhasabah di hari Ahad ini. Semoga Allah senantiasa melindungi kita semua.

Ustadz Sudarmanto, Lc.

Article ad after last paragraph