Jumat, 18 September 2026
Hot

Embun Pagi: Menjemput Subuh dan Menakar Bekal

Awali Jumat dengan Tausiyah Embun Pagi Renungan QS. Al-Muddassir 32-37 untuk menyuntik semangat dan meraih rida Allah.

Article ad before first paragraph

HARIANEXPRESS, TANGERANG SELATAN – Segala puji bagi Allah, Sang Pemilik kehidupan. Di pagi yang sejuk ini, kita kembali menyambut karunia Allah yang tiada tara, sebuah kesejukan spiritual yang kita kenal sebagai ‘Embun Pagi’. Sebuah momen di mana hati diberi kesegaran, dan jiwa diajak untuk merenung sebelum memulai hiruk pikuk dunia.

Di hari Jumat yang agung ini, mari kita isi setiap tarikan napas kita dengan semangat beraktivitas. Sebuah semangat yang tidak hanya mengejar pencapaian dunia semata, melainkan berakar kuat pada kesadaran akan hakikat keberadaan kita di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Ketahuilah, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman dengan agung-Nya di dalam Al-Quran, Surah Al-Muddassir:

“Tidak! Demi bulan, dan demi malam ketika telah berlalu, dan demi demi subuh apabila mulai terang, sesunggunya (Saqar itu) adalah salah satu (bencana) yang sangat besar, sebagai peringatan bagi manusia, (yaitu) bagi siapa di antara kamu yang ingin maju atau mundur.”
(terjemah. QS. Al-Muddassir 32-37)

Article ad in the middle of article

Sumpah Allah demi bulan, demi malam yang berlalu, dan demi subuh yang mulai terang, bukanlah tanpa makna. Mereka adalah saksi bisu atas berjalannya waktu yang tak pernah kembali. Mereka adalah penanda kesempatan yang datang dan pergi. Saqar, kengerian yang disebutkan sebagai salah satu peringatan terbesar bagi umat manusia, berdiri tegak sebagai sebuah pemisah yang jelas. Sebuah pemisah bagi siapapun di antara kita yang menggunakan umurnya untuk terus melangkah maju menuju rida Allah, atau memilih untuk mundur, terjebak dalam kelalaian dan dosa.

Di hari yang mulia ini, mari kita gunakan kesempatan yang tersisa untuk menakar diri. Bermohonlah kepada Allah agar Dia senantiasa mengampuni dosa-dosa kedua orang tua kita yang telah membesarkan kita, dan mengampuni dosa-dosa kita sendiri. Kita juga memanjatkan doa semua yang sedang diuji dengan penyakit, agar diberi kesembuhan yang sempurna dan diangkat derajatnya.

Kita juga bermohon agar Allah melimpahkan kepada kita Ilmu yang Bermanfaat, menerangi jalan kita menuju kebaikan. Dimudahkan segala urusan Dunia kita, dan mendapatkan Rezeki yang berkah melimpah, agar hidup kita menjadi wasilah kebaikan bagi sesama. Dan yang tak kalah penting, mari kita memohon agar Allah menanamkan dalam hati kita sifat yang selalu bersyukur atas setiap nikmat-Nya dan bersabar atas setiap ujian-Nya.

Semoga Jumat ini menjadi titik tolak bagi kita untuk terus maju, melangkah lebih berarti mendekatkan diri kepada Sang Khalik.

Aamiin Ya Rabbal’aalamiin.

Ustadz Sudarmanto, Lc.

Article ad after last paragraph