Kamis, 17 September 2026
Hot

Embun Pagi: Menjaga Hati dari Angkuh dan Merawat Jiwa dengan Syukur

Simak tausiyah pagi tentang bahaya kesombongan berdasarkan Surah Al-Muddassir ayat 21 sampai 25 serta pentingnya merawat jiwa dengan rasa syukur.

Article ad before first paragraph

HARIANEXPRESS, TANGERANG SELATAN –Segala puji bagi Allah, Tuhan Semesta Alam, yang limpahan rahmat-Nya ibarat embun pagi—menyejukkan, menghidupkan, dan memberi harapan baru setiap hari. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada uswah hasanah kita, Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Saudaraku yang dimuliakan Allah,

Mengawali aktivitas di hari Selasa yang penuh berkah ini, marilah sejenak kita menundukkan hati, merenungi kalamullah sebagai bekal spiritual agar langkah kaki kita senantiasa dipandu oleh hidayah-Nya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Surah Al-Muddassir, ayat 21 hingga 25:

“Kemudian dia (merenung) memikirkan, lalu berwajah masam dan cemberut, kemudian berpaling (dari kebenaran) dan menyombongkan diri, lalu dia berkata, ‘(Al-Qur’an) ini hanyalah sihir yang dipelajari (dari orang-orang dahulu). Ini hanyalah perkataan manusia.'”

Article ad in the middle of article

Ayat-ayat di atas menceritakan tentang runtuhnya kemuliaan seorang manusia akibat ego dan kesombongan. Bermula dari proses berpikir yang salah, yang didominasi oleh hawa nafsu, melahirkan sikap antipati (berwajah masam), hingga puncaknya adalah berpaling dari kebenaran dan menolak ayat-ayat Allah dengan takabur.

Ini adalah peringatan keras bagi kita semua. Bahwa kecerdasan intelektual tanpa dibarengi kerendahan hati (tawadhu’) hanya akan mengantarkan kita pada jurang kesesatan. Kesombongan adalah hijab (penghalang) terbesar antara seorang hamba dengan rahmat Tuhannya.

Oleh karena itu, di pagi yang fitri ini, mari kita bersihkan hati dari benih-benih keangkuhan. Mari kita hiasi hari ini dengan semangat beraktivitas, bekerja, dan berkarya, namun tetap meletakkan ketaatan kepada Allah di atas segalanya.

Untaian Doa dan Harapan

Sembari melangkah menjemput rezeki, marilah kita saling mendoakan dengan tulus ikhlas.

Ya Allah, Ya Rahman, Ya Rahim…
Di hari Selasa ini, kami memohon kepada-Mu, karuniakanlah kepada kami semua nikmat Kesehatan yang paripurna.

Secara khusus, kami bermohon untuk saudari kami, Arlia Noviana binti Soehardjo, dan juga bagi siapa saja di antara kerabat dan sahabat kami yang saat ini sedang diuji dengan sakit, angkatlah penyakitnya, berikanlah kesembuhan yang cepat dan tidak meninggalkan rasa sakit.

Ya Allah Yang Maha Melapangkan,
Tambahkanlah kepada kami kebahagiaan yang hakiki dan kesuksesan yang membawa manfaat di dunia maupun di akhirat. Berikanlah kami kemudahan dalam setiap urusan dunia kami.

Bukakanlah pintu-pintu rezeki-Mu dari segala penjuru, rezeki yang berlimpah, halal, dan sarat dengan Barokah.

Dan yang paling utama, ya Rabb, tanamkanlah di dalam hati kami sifat Qana’ah agar selalu mampu bersyukur atas setiap nikmat-Mu, dan berikanlah kami kekuatan serta kelapangan dada untuk selalu bersabar atas setiap ujian-Mu.

Aamiin Ya Rabbal’aalamiin.

Selamat beraktivitas. Jaga hati, jaga iman.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Article ad after last paragraph