Findy Alfiansyah Penulis
HARIANEXPRESS, TANGERANG SELATAN — Tausiyah pada malam kedua almarhum Darwis Wibowo bin Muhammad Yusuf mengingatkan umat Islam tentang pentingnya mempersiapkan bekal amal untuk menghadapi kehidupan di alam kubur, Senin (14/9/2026).
Dalam tausiyahnya, Ustadz Syaiful Bahri menjelaskan bahwa alam kubur menjadi fase pertanggungjawaban setelah manusia meninggalkan kehidupan dunia. Ia menyampaikan tiga kondisi yang perlu menjadi perhatian, yakni kegelapan, kesunyian, dan kesempitan.
Menurutnya, setiap Muslim perlu membekali diri dengan ibadah yang dilakukan secara ikhlas dan istiqamah selama masih hidup. Salah satu amalan yang ditekankan adalah salat tahajud sebagai bentuk ibadah pada malam hari.
Ustaz Bahri menegaskan, salat tahajud dapat menjadi ikhtiar untuk memperoleh cahaya dalam menghadapi kegelapan alam kubur. Karena itu, umat Islam dianjurkan membiasakan diri bangun pada sepertiga malam untuk melaksanakan ibadah tersebut.
“Jangan menunggu ajal datang baru kita mencari bekal. Selagi masih diberi kesempatan hidup, perbanyaklah tahajud dan amal ibadah karena itulah yang akan menjadi penerang ketika kita berada di alam kubur,” Ujar Ustadz Syaiful Bahri.
Selain tahajud, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak membaca Al-Qur’an, khususnya Surah Al-Mulk. Surah tersebut disebut sebagai salah satu amalan yang dapat menjadi pendamping dalam menghadapi kesunyian alam kubur.
Ia juga mengingatkan bahwa menghafal Surah Al-Mulk dapat dilakukan secara bertahap dan konsisten. Menurutnya, seseorang dapat menghafalkan satu ayat secara rutin hingga seluruh 30 ayat dapat dikuasai.
Amalan berikutnya yang disampaikan adalah sedekah dengan penuh keikhlasan. Sedekah tidak hanya berupa harta, tetapi juga dapat dilakukan melalui pemberian ilmu yang bermanfaat kepada orang lain.
“Sedekah tidak harus menunggu kaya. Sisihkan sebagian harta dengan ikhlas dan jangan mencari pujian. Ajarkan juga ilmu yang bermanfaat, karena ilmu yang dibagikan tidak akan habis,” Katanya.
Rangkaian Majelis Do’a/Tahlian tersebut dipandu oleh Ustadz Anda Suhanda sebagai pembawa acara. Kegiatan juga diisi dengan doa bersama yang dipimpin Ustadz Suparno untuk mendoakan almarhum Darwis Wibowo bin Muhammad Yusuf.
Almarhum dikenang sebagai sosok yang istiqamah menuntut ilmu di masjid dan musala meski memiliki keterbatasan fisik. Majelis kemudian ditutup dengan doa agar almarhum mendapat ampunan, dilapangkan kuburnya, dan ditempatkan di sisi Alloh SWT.








