Sastria Danol Penulis | Ipnu Subroto Editor
HARIAN EXPRESS, TANGSEL – Gubernur Banten Andra Soni menegaskan jasad yang ditemukan di Serang bukan bagian dari rombongan jurnalis yang hilang di Selat Sunda, Selasa (15/9/2026).
Penemuan jenazah di perairan Muara Sungai Terate, Kabupaten Serang tersebut dipastikan tidak memiliki kaitan dengan delapan orang yang hilang sejak Senin (7/9/2026). Saat ini, fokus otoritas pencarian beralih ke Pulau Enggano, Bengkulu, menyusul penemuan jasad lain yang tengah menjalani tes DNA di Polda Bengkulu.
“Satu temuan di perairan Muara Sungai Terate, Kabupaten Serang, terkonfirmasi bukan bagian dari delapan penumpang kapal tersebut,” ujar Andra Soni.
“Satu jasad ditemukan di sekitaran perairan Bengkulu, tepatnya di Pulau Enggano. Jenazah sudah dibawa ke Polda Bengkulu dan tengah dilakukan proses pencocokan DNA dengan pihak keluarga. Hasil resminya masih kita tunggu,” lanjut Andra Soni di Gedung DPR RI, Senayan.
Selama operasi pencarian pada pekan kedua ini, Basarnas bersama tim gabungan sempat menemukan beberapa material terapung di laut. Namun setelah diperiksa oleh pihak berwenang, seluruh temuan tersebut dipastikan sama sekali tidak berhubungan dengan kapal rombongan.
Rombongan yang terdiri dari lima jurnalis, dua anak buah kapal, dan satu pemandu wisata ini sebelumnya dilaporkan hilang saat menuju Selat Sunda sejak awal September. Mereka melakukan perjalanan laut ke Kabupaten Pandeglang untuk mendokumentasikan aktivitas letusan Gunung Anak Krakatau.
Para korban hilang meliputi kapten kapal Warta (55), ABK Surakman (60), pemandu Heriyanto (49), serta lima wartawan yakni M. Bagus Khoirunnas, Ari Basuki, Yudhis, Daus, dan Donal. Tim SAR gabungan hingga saat ini masih mengerahkan belasan armada untuk melakukan pencarian skala besar.
Andra Soni juga mengimbau warga agar segera melaporkan informasi sekecil apa pun kepada tim SAR demi mempercepat proses pencarian para korban. Keterlibatan aktif dari masyarakat dinilai sangat membantu tim di lapangan untuk menemukan petunjuk baru.








