Sastria Danol Penulis | Ipnu Subroto Editor
HARIANEPRESS, TANGSEL – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) membuka peluang untuk memperpanjang kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi para pelajar, Selasa (8/9/2026).
Keputusan ini diambil menyusul masih terdeteksinya sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau pada Senin, 7 September 2026.
Walikota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menjelaskan bahwa kebijakan PJJ yang diberlakukan saat ini baru berlangsung selama satu hari. Evaluasi lebih lanjut mengenai perpanjangan kebijakan ini akan dilakukan sore hari, dengan mempertimbangkan data terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
“Kenapa satu hari? Karena saya ingin mendapatkan data lagi dan kita evaluasi lagi nanti sore, apakah harus diperpanjang satu atau dua hari lagi. Kita lihat nanti data BMKG yang selalu kami terima. Minimal sehari dua kali kami terima data dari BMKG. Namun sampai dengan hari ini, data menunjukkan bahwa penyebaran abu vulkanik itu masih terjadi,” ujar Benyamin Davnie.
Ia menambahkan bahwa suhu udara saat ini mencapai 34 derajat Celsius dan masih diselimuti abu vulkanik. Kondisi ini sangat mungkin menyebabkan pemberlakuan PJJ diperpanjang. Keputusan resmi akan diambil dalam rapat evaluasi yang dijadwalkan pada Senin sore.
Kebijakan PJJ ini diambil sebagai langkah proaktif untuk melindungi anak-anak dari paparan abu vulkanik. Benyamin Davnie menekankan bahwa anak-anak, mulai dari jenjang PAUD hingga SMA, memiliki aktivitas tinggi dan rentan terhadap dampak abu vulkanik.
Lebih lanjut, Pemkot Tangsel juga akan membahas penanganan abu vulkanik, termasuk opsi penyiraman di fasilitas umum untuk mencegah partikel abu beterbangan kembali saat tertiup angin. Rencana ini akan dibahas dalam rapat yang melibatkan wakil wali kota dan dinas terkait malam ini.
Di sisi lain, Benyamin Davnie memastikan bahwa pelayanan publik di lingkungan Pemkot Tangsel tetap berjalan normal. Ia meminta seluruh perangkat daerah untuk terus memberikan pelayanan kepada masyarakat seperti biasa. Selain itu, data mengenai angka Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dari Puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya juga akan dikumpulkan sebagai bahan evaluasi.
Berdasarkan pantauan citra BMKG pada Senin, 7 September 2026, pukul 07.00 hingga 14.00 WIB, sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terpantau konsisten. Arah pergerakan abu meliputi wilayah barat daya hingga barat laut dengan ketinggian sekitar 4,5 kilometer (15.000 kaki), mencakup perairan, Banten, Lampung, serta sejumlah kota dan kabupaten di Jawa Barat.
Meskipun demikian, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan menjaga kesehatan saat beraktivitas di luar ruangan. Dianjatkan untuk menggunakan masker dan kacamata, serta membersihkan diri setelah beraktivitas.
Situs resmi Kementerian Lingkungan Hidup mencatat kualitas udara Kota Tangsel pada pukul 16.45 WIB berada pada kategori sedang dengan indeks 70, yang masih tergolong aman bagi kesehatan.


