Senin, 07 September 2026
Hot

Akhirnya jadi beban Orang Tua, Kebijakan Belajar Daring tidak didukung Infrastruktur Wifi

Kebijakan PJJ Diknas dan Kemenag Banten akibat erupsi Gunung Krakatau dinilai membebani orang tua. Minimnya infrastruktur WiFi membuat orang tua harus mengeluarkan biaya tambahan.

Article ad before first paragraph

Tubagus Soleh
Penulis
|
Ipnu Subroto
Editor

HARIANEXPRESS, TANGERANG SELATAN – Kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) oleh Diknas dan Kemenag Banten akibat erupsi Gunung Krakatau membebani orang tua karena infrastruktur WiFi belum siap, Senin (7/9/2026).

Kebijakan ini mengharuskan orang tua menyiapkan anggaran tambahan untuk pulsa dan kebutuhan daring lainnya. Beban ekonomi masyarakat sudah cukup berat akibat kondisi negara yang belum sepenuhnya positif.

Menurut pandangan alumni pesantren di Tangsel, Tubagus Ahmad Jalaludin, pemerintah seharusnya telah menyiapkan infrastruktur pembelajaran seperti WiFi sebelum mengeluarkan kebijakan PJJ. Ia menganggap kebijakan ini terkesan reaktif dan tanpa perencanaan matang.

Article ad in the middle of article

“Ini yang patut disayangkan dari kebijakan PJJ yang terkesan reaktif,” ujar Tubagus Ahmad Jalaludin kepada Harian Express Tangerang Selatan.

Tubagus Jalaludin menambahkan, peristiwa serupa sering terjadi, namun pemerintah dinilai kurang peka dan tidak memiliki perencanaan jangka pendek, menengah, maupun panjang. Ia berpendapat bahwa pembangunan WiFi gratis di setiap RT dapat menjadi solusi.

Padahal bila pembangunan Wifi gratis tiap RT berjalan maka ketika ada kejadian yang diluar kendali seperti bencana alam Wifi Gratis ditiap RT langsung diaktifkan.

“Jadi kebijakan PJJ bisa berjalan efektif dan tidak menjadi beban tambahan tanggungan orang tua,” tutup Tubagus Jalaludin.

Article ad after last paragraph