Kamis, 17 September 2026
Hot

Embun Pagi: Merawat Syukur dan Sabar dalam Bayang-Bayang Akhirat

Renungan pagi tentang tafsir Surah Al-Muddassir ayat 31, ujian keimanan lewat hal gaib, dan untaian doa berkah di hari Kamis.

Article ad before first paragraph

HARIANEXPRESS, TANGERANG SELATAN – Segala puji bagi Allah, Sang Pemilik kehidupan. Pagi ini, bersama rintik embun yang membasahi bumi, Allah masih mengaruniakan kita napas dan kesempatan untuk memperbaiki diri. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Baginda Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, lentera yang menuntun kita dari gulita menuju cahaya.

Saudaraku yang dirahmati Allah,

Dalam perjalanan hidup yang fana ini, kita sering kali dihadapkan pada hal-hal yang menguji akal dan keimanan kita. Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan keagungan-Nya berfirman dalam Surah Al-Muddassir ayat 31:

“Dan yang Kami jadikan penjaga neraka itu hanya dari malaikat; dan Kami menentukan bilangan mereka itu hanya sebagai cobaan bagi orang-orang kafir, agar orang-orang yang diberi kitab menjadi yakin, agar orang yang beriman bertambah imannya, agar orang-orang yang diberi kitab dan orang-orang mukmin itu tidak ragu-ragu; dan agar orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (berkata), ‘Apakah yang dikehendaki Allah dengan (bilangan) ini sebagai suatu perumpamaan?’ Demikianlah Allah membiarkan sesat orang-orang yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada orang-orang yang Dia kehendaki. Dan tidak ada yang mengetahui bala tentara Tuhanmu kecuali Dia sendiri. Dan Saqar itu tidak lain hanyalah peringatan bagi manusia.”

Article ad in the middle of article

Ayat yang mulia ini menyingkap sebuah hakikat yang mendalam. Allah menghadirkan hal-hal gaib seperti jumlah malaikat penjaga neraka bukan sekadar sebagai informasi, melainkan sebagai batu ujian (cobaan) bagi hati manusia.

Bagi mereka yang di dalam hatinya terdapat penyakit keraguan dan kekafiran, peringatan ini hanya akan membuahkan penolakan dan ejekan. Namun, bagi jiwa-jiwa yang beriman, setiap ketetapan Allah justru menjadi pupuk yang menyuburkan keyakinan. Neraka Saqar dan segala kengeriannya tidak diciptakan semata-mata untuk menakut-nakuti, melainkan sebagai peringatan agung sebuah bentuk kasih sayang Allah agar hamba-hamba-Nya tidak tergelincir ke dalam kehancuran abadi.

Maka, jadikanlah peringatan ini sebagai pelita yang menerangi langkah kita. Mari kita songsong hari Kamis ini dengan semangat beraktivitas yang membara, namun tetap berbingkai ketaatan dan ketundukan kepada Sang Maha Pencipta.

Untaian Doa di Pagi Hari

Di pagi yang penuh berkah ini, mari kita menengadahkan tangan, memohon limpahan rahmat-Nya:

Ya Allah, Yang Maha Menjaga, karuniakanlah kepada kami kesehatan jiwa dan raga. Bagi saudara-saudara kami yang saat ini sedang berbaring sakit, sentuhlah mereka dengan kelembutan rahmat-Mu, angkatlah penyakitnya, dan jadikanlah sakit itu sebagai pembersih jiwa.

Ya Allah, Yang Maha Berilmu, anugerahkanlah kepada kami ilmu yang bermanfaat, yang menerangi jalan kami menuju rida-Mu. Mudahkanlah segala urusan dunia kami, agar dengannya kami mampu meraih kebaikan akhirat.

Bukakanlah bagi kami pintu-pintu rezeki yang berlimpah, halal, dan penuh barokah. Dan hiasilah relung hati kami dengan dua sayap keimanan yang kokoh: kemampuan untuk senantiasa bersyukur di kala lapang, dan keteguhan untuk senantiasa bersabar di kala sempit.

Aamiin Ya Rabbal’aalamiin.

Selamat merenda asa di hari Kamis. Semoga Allah senantiasa membersamai setiap langkah kebaikan kita.

Ustadz Sudarmanto, Lc.

Article ad after last paragraph