Sabtu, 19 September 2026
Hot

Embun Pagi: Menjadi Golongan Kanan dan Tanggung Jawab Sebuah Amal

Tausiyah Embun Pagi oleh Ustadz Sudarmanto Lc. Renungan QS. Al-Muddassir 38-42 tentang tanggung jawab amal, golongan kanan, dan doa keberkahan.

Article ad before first paragraph

HARIANEXPRESS, TANGERANG SELATAN – Segala puji bagi Allah, Pemelihara semesta alam. Di pagi hari yang dihiasi butiran embun ini, kita kembali disapa oleh kehangatan rahmat-Nya. Kesempatan untuk terbangun dan bernapas hari ini adalah bukti bahwa Allah masih memberikan kita waktu untuk memperbaiki diri, melangkah lebih baik dari hari kemarin.

Saudaraku yang dirahmati Allah,

Setiap langkah yang kita ayunkan di dunia ini sejatinya adalah sebuah benih yang sedang kita tanam, dan kelak akan kita tuai hasilnya. Tidak ada satupun perbuatan yang menguap begitu saja. Hal ini dengan sangat tegas dan indah digambarkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam firman-Nya:

“Setiap orang bertanggung jawab atas apa yang telah dilakukannya, kecuali golongan kanan, berada di dalam surga, mereka saling menanyakan, tentang (keadaan) orang-orang yang berdosa, ‘Apa yang menyebabkan kamu masuk ke dalam (neraka) Saqar?'”
(Terjemahan QS. Al-Muddassir: 38-42)

Article ad in the middle of article

Ayat-ayat ini mengabarkan sebuah kepastian. Bahwa setiap jiwa akan tergadai oleh amal perbuatannya sendiri. Namun, ada pengecualian yang sangat membahagiakan: Golongan Kanan (Ashabul Yamin). Mereka adalah orang-orang yang ketika di dunia memilih ketaatan, membekali diri dengan iman, dan menjauhi kemaksiatan.

Kelak di surga yang penuh kenikmatan, golongan kanan ini akan berdialog, menanyakan nasib mereka yang terjerumus ke dalam neraka Saqar. Sebuah percakapan yang menjadi renungan besar bagi kita saat ini: Sudahkah amal kita cukup untuk menempatkan kita di barisan golongan kanan?

Oleh karena itu, jadikanlah hari Sabtu ini sebagai momentum untuk menebar kebaikan. Mari kita songsong rutinitas dan semangat beraktivitas dengan niat yang lurus. Bekerja, belajar, dan melayani keluarga, jadikan semuanya bernilai ibadah yang akan membebaskan kita dari jeratan hisab yang memberatkan.

Untaian Doa di Pagi Hari

Mengiringi langkah kita di hari ini, marilah sejenak menundukkan hati, merapalkan doa kepada Sang Pemilik Segala Kebesaran:

Ya Allah, Yang Maha Menyembuhkan, karuniakanlah kesehatan paripurna kepada kami. Bagi saudara-saudara kami yang saat ini sedang diuji dengan sakit, angkatlah penyakitnya tanpa meninggalkan rasa sakit yang lain, dan jadikanlah ujian itu sebagai pelebur dosa.

Ya Allah Yang Maha Pengampun, ampunilah dosa-dosa kami dan dosa kedua orang tua kami. Sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangi kami di waktu kecil.

Wahai Dzat Yang Maha Berilmu dan Maha Pemberi Rezeki, karuniakanlah kepada kami ilmu yang bermanfaat, kesuksesan yang hakiki, kebahagiaan yang menenangkan jiwa, serta umur panjang yang penuh dengan ketaatan. Mudahkanlah jalan kami dalam menjemput rezeki-Mu yang berkah.

Tautkanlah hati kami pada hidayah-Mu, agar kami senantiasa menjadi hamba yang bersyukur di saat lapang, dan senantiasa bersabar di saat sempit.

Aamiin, Ya Rabbal ‘Aalamiin.

Selamat beraktivitas di hari Sabtu. Semoga Allah Azza wa Jalla senantiasa menjaga dan membimbing setiap langkah kita.

Ustadz Sudarmanto, Lc.

Article ad after last paragraph