Senin, 21 September 2026
Hot

Baznas Pasok Air Bersih Korban Kekeringan di Tangsel

Tim BTB Baznas mendistribusikan 16.000 liter air bersih serta paket logistik bagi ratusan warga terdampak kekeringan di Setu, Tangerang Selatan.

Article ad before first paragraph

Sastria Danol Penulis | Ipnu Subroto Editor

HARIANEXPRESS, TANGSEL– Badan Amil Zakat Nasional menyalurkan bantuan 16.000 liter air bersih serta paket logistik kepada warga terdampak kekeringan di Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu, Minggu (20/09/2026).

Penyaluran kebutuhan darurat oleh Tim Baznas Tanggap Bencana (BTB) tersebut menyasar dua lokasi di kawasan setempat. Wilayah RT 02/RW 01 memperoleh pasokan 8.000 liter untuk 93 KK atau 368 jiwa, sedangkan RT 09/RW 04 menerima 8.000 liter untuk 86 KK atau 312 jiwa.

Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan Idy Muzayyad menyampaikan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk kolaborasi bersama dalam menangani krisis air bersih. Penyaluran ini juga dilengkapi pembagian paket logistik keluarga serta pasokan daging kaleng bagi 50 kepala keluarga.

Article ad in the middle of article

“Sinergi Baznas bersama para pihak ini merupakan bentuk gotong royong dalam merespons cepat kebutuhan darurat air bersih dan logistik bagi warga Keranggan. Penyerahan bantuan ini merupakan komitmen Baznas dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang membutuhkan akses air bersih dan pangan,” ujar Idy Muzayyad.

Kesiapan tim di lokasi bencana menjadi perhatian utama lembaga dalam menangani dampak krisis air bersih pemukiman. Kebutuhan dasar masyarakat dipastikan tertangani secara cepat melalui koordinasi lapangan yang responsif.

“Baznas melalui BTB akan selalu hadir bergerak cepat di lokasi terdampak guna memastikan kebutuhan darurat air bersih dan pangan masyarakat dapat tertangani dengan cepat,” ujar Direktur Pendistribusian Baznas RI Ahmad Fikri.

BMKG sebelumnya menginformasikan potensi kekeringan di berbagai kawasan Indonesia pada Dasarian II September atau 11-20 September 2026. Area yang berpotensi terdampak meliputi Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Kalimantan, Sulawesi, hingga Maluku.

Article ad after last paragraph