HARIANEXPRESS – Kriminalitas jalanan menjadi perhatian serius bagi masyarakat, terutama di kawasan yang padat penduduk seperti Tangerang Selatan. Untuk menjawab tantangan ini, aparat gabungan terus merancang dan menerapkan berbagai strategi efektif.
Melalui kolaborasi berbagai pihak, mereka berupaya keras menciptakan lingkungan yang aman dan tertib bagi seluruh warga. Berikut adalah lima strategi utama yang dijalankan aparat gabungan di Tangerang Selatan untuk menekan angka kejahatan jalanan.
Patroli Rutin dan Operasi Cipta Kondisi
Salah satu langkah fundamental adalah meningkatkan kehadiran aparat di lapangan melalui patroli rutin. Polres Metro Tangerang Kota, misalnya, melaksanakan Operasi Cipta Kondisi yang terintegrasi dengan Program Jaga Jakarta+.
Operasi ini mengerahkan puluhan personel gabungan untuk menyisir berbagai titik rawan kriminalitas. Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol. Dr. Raden Muhammad Jauhari, menjelaskan bahwa patroli rutin dilakukan pada jam-jam rawan.
Fokus pada Titik Rawan
Rute patroli dirancang secara sistematis dengan menyusuri jalan-jalan protokol dan kawasan yang dinilai rawan gesekan sosial. Petugas menyisir area seperti Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan Jenderal Sudirman, hingga sekitar Tol Buaran.
Kehadiran fisik personel berseragam di lapangan menjadi kunci utama untuk meredam niat para pelaku kriminal. Selain itu, Kapolres Tangerang Selatan AKBP SARLY SOLLU, S.IK,MH, juga memimpin patroli kejahatan jalanan di Jl. Edutown Kecamatan Pagedangan, Tangerang, pada Sabtu malam, 7 Januari 2023.
Antisipasi Gangguan Keamanan
Kegiatan ini menyasar berbagai potensi pelanggaran hukum, termasuk aksi balap liar, potensi tawuran antarpemuda, dan kepemilikan senjata tajam. Patroli juga bertujuan mencegah aksi kriminalitas dan gangguan keamanan lainnya.
Kapolres Tangerang Selatan AKBP SARLY SOLLU, S.IK,MH, menyampaikan bahwa giat patroli kejahatan jalanan ini bertujuan mencegah para pelaku kejahatan melakukan aksinya. Petugas juga memantau titik-titik kumpul masyarakat guna mengantisipasi kerumunan mencurigakan.
Pemberantasan Premanisme dan Penertiban Atribut Ormas
Polres Tangerang Selatan aktif memberantas premanisme melalui upaya preemtif, preventif, dan penegakan hukum. Hal ini bertujuan untuk memberikan perlindungan dan menjamin keamanan publik.
Kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan terhadap Operasi Berantas Jaya 2025.
Tindakan Preemtif dan Preventif
Operasi pemberantasan premanisme ini dilaksanakan secara serentak oleh seluruh Polsek jajaran di wilayah hukum Polres Tangsel. Kasi Humas Polres Tangerang Selatan, AKP Agil, S.H., mengimbau masyarakat untuk tidak takut melapor kepada pihak kepolisian apabila mengetahui tindakan premanisme.
Sasaran Operasi Gabungan
Pada Rabu, 21 Mei 2025, Polres Tangerang Selatan menggelar operasi gabungan untuk menertibkan bendera dan atribut organisasi kemasyarakatan (ormas). Operasi ini melibatkan enam puluh delapan personel gabungan dari Polres Tangsel, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan Kota Tangerang Selatan. Lokasi operasi meliputi Jl. Ciater Raya Ciputat, Jl. Raya Puspitek Kelurahan Babakan, Kecamatan Setu, serta Jl. Raya Puspitek, Buaran, Kecamatan Pamulang.
Penguatan Siskamling Terpadu
Kapolres Tangsel menekankan efektivitas Siskamling Terpadu dalam mencegah kejahatan dan membantu kepolisian mengamankan pelaku. Program ini menunjukkan pentingnya kerja sama antara aparat keamanan, pemerintah, dan masyarakat.
Peran Penting Masyarakat
Di wilayah hukum Polres Tangsel terdapat 328 poskamling Siskamling Terpadu. Program ini merupakan kekuatan besar dalam menjaga keamanan dan ketertiban dengan semangat gotong royong dan partisipasi aktif masyarakat.
Asistensi dari Aparat
Selama dua bulan, sebanyak 11.970 kegiatan asistensi dan pendampingan dilaksanakan terhadap seluruh Siskamling Terpadu. Asistensi ini berasal dari Bhabinkamtibmas, Unit Patroli Samapta Polsek, dan Polres Tangsel, serta dari Pamapta Polres Tangsel. Kapolres Tangsel AKBP Victor Inkiriwang diakui telah menginisiasi, mengasistensi, dan memaksimalkan kegiatan Siskamling terpadu.
Penegakan Hukum Melalui Pengungkapan Klaster Kejahatan
Polres Tangerang Selatan secara proaktif mengungkap berbagai klaster kejahatan jalanan dan kasus narkotika. Hal ini menunjukkan komitmen aparat dalam menegakkan hukum.
Identifikasi Jenis Kejahatan
Selama periode Januari hingga Februari 2025, Polres Tangsel berhasil mengungkap lima klaster kejahatan jalanan. Klaster tersebut meliputi premanisme, pencurian kendaraan bermotor (curanmor), tawuran, pencurian dengan pemberatan (curat) modus ganjal ATM, serta pemerasan dan pengancaman oleh pelaku yang mengaku anggota Polri.
Pengamanan Tersangka
Dalam operasi ini, polisi mengamankan total 30 orang tersangka serta 3 anak berkonflik dengan hukum (ABH). Selain itu, Polres Tangsel juga berhasil mengungkap empat kasus penyalahgunaan narkotika dengan mengamankan 10 orang tersangka. Barang bukti yang diamankan mencakup tembakau sintetis, sabu, ekstasi, serta ribuan butir obat daftar G.
Pendekatan Komunitas dan Pemanfaatan Teknologi
Mendekatkan institusi kepolisian dengan masyarakat adalah salah satu fokus utama dalam upaya pencegahan kejahatan. Program seperti Polisi RW menjadi contoh pendekatan ini.
Tujuannya adalah untuk mengamankan dan membantu mencegah kriminalitas di tingkat terkecil.
Polisi RW dan Kedekatan dengan Masyarakat
Polda Metro Jaya menyambut baik ide Polisi RW yang dicetuskan Kapolri Listyo Sigit dengan membentuk jajaran Polisi RW di berbagai wilayah hukumnya. Kehadiran Polisi RW diharapkan dapat mendekatkan institusi kepolisian dengan masyarakat.
Aplikasi Pelaporan untuk Respons Cepat
Kapolres Tangerang Selatan juga menghimbau masyarakat dan pedagang kaki lima untuk memanfaatkan Aplikasi Tangsel Presisi. Aplikasi ini memungkinkan warga melaporkan setiap kejadian, seperti balapan liar, tawuran anak-anak, atau gangguan kamtibmas lainnya.
FAQ: Pertanyaan Umum Seputar Strategi Aparat Tekan Kriminalitas di Tangerang Selatan
Apa saja jenis kejahatan jalanan yang menjadi fokus aparat di Tangerang Selatan?
Jenis kejahatan jalanan yang menjadi fokus aparat meliputi premanisme, pencurian kendaraan bermotor (curanmor), tawuran, pencurian dengan pemberatan (curat) modus ganjal ATM, serta pemerasan dan pengancaman.
Bagaimana aparat gabungan memastikan patroli efektif menekan kriminalitas?
Patroli dilakukan secara rutin pada jam-jam rawan dan menyasar titik-titik rawan kriminalitas seperti jalan protokol dan area sekitar tol. Kehadiran personel berseragam bertujuan meredam niat pelaku kejahatan.
Apa peran masyarakat dalam program Siskamling Terpadu?
Masyarakat memiliki peran aktif dalam Siskamling Terpadu melalui partisipasi di poskamling untuk menjaga keamanan lingkungan. Kerja sama ini adalah kekuatan besar dalam menjaga ketertiban.
Apakah ada aplikasi yang bisa digunakan masyarakat untuk melaporkan kejahatan?
Ya, masyarakat diimbau untuk menggunakan Aplikasi Tangsel Presisi untuk melaporkan berbagai gangguan kamtibmas seperti balapan liar atau tawuran.
Berapa banyak tersangka yang diamankan dalam pengungkapan klaster kejahatan jalanan terakhir?
Dalam periode Januari hingga Februari 2025, Polres Tangsel berhasil mengamankan total 30 orang tersangka serta 3 anak berkonflik dengan hukum (ABH) dari lima klaster kejahatan jalanan.
Kesimpulan
Aparat gabungan di Tangerang Selatan menunjukkan komitmen kuat dalam menekan angka kriminalitas jalanan melalui lima strategi komprehensif. Mulai dari patroli rutin, pemberantasan premanisme, penguatan siskamling, hingga penegakan hukum dan pendekatan komunitas, semua berfokus pada menciptakan lingkungan yang aman.
Langkah-langkah ini penting untuk menjaga ketertiban masyarakat dan memberikan rasa aman bagi warga Tangerang Selatan. Dengan kolaborasi antara aparat dan masyarakat, diharapkan tingkat kriminalitas dapat terus menurun.
