Findy Alfiansyah Penulis | M. Ridwan Habibie Editor
HARIAN EXPRESS, TANGERANG SELATAN — PSHT Ranting Setu menggelar Doa Bersama Tasyakuran dan tradisi Puter Gelang menyambut 1 Muharram 1448 H di Rayon Griya, Pamulang, Senin (15/6/2026).
Kegiatan spiritual dan konsolidasi organisasi ini dihadiri oleh jajaran penasehat, pengurus ranting, ketua rayon, pelatih, hingga warga PSHT di lingkungan Ranting Setu.
Berdasarkan surat resmi yang dikeluarkan oleh Pengurus Ranting Setu yang ditandatangani Ketua Ranting, Kangmas Budi, dan Sekretaris, Mas Andri Saputra, kegiatan ini diselenggarakan sebagai wujud rasa syukur dan sarana muhasabah diri.
Selain itu, acara ini bertujuan untuk mempererat persaudaraan serta meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa di momen pergantian tahun Hijriah.
Sorotan utama dalam peringatan ini adalah pelaksanaan tradisi Puter Gelang. Pihak pengurus menjelaskan bahwa tradisi Puter Gelang memiliki makna filosofis yang mendalam, yakni untuk menyatukan tekad dan mengikat kebersamaan antar warga.
Ritual ini juga ditujukan untuk melatih kepekaan, keteguhan, dan ketulusan dalam menjalani kehidupan, serta menjaga ketat solidaritas di dalam tubuh organisasi.
Rangkaian acara yang dimulai pada pukul 21.00 WIB ini berjalan dengan tertib dan sistematis. Kegiatan dibuka secara resmi oleh mas Andri Saputra yang bertindak sebagai pembawa acara (MC). Nuansa religius mulai menyelimuti lokasi acara ketika dilanjutkan dengan pembacaan Tahlil dan Do’a secara Islam yang dipimpin secara bergantian oleh Andri Saputra dan Andi Sutisna.
Setelah prosesi doa secara Islam, acara dilanjutkan dengan penyampaian sambutan dan nasehat dari Wiro Anom, Kang Mas Sumarno. Sebelum memimpin sesi Do’a secara SH (Setia Hati), beliau memberikan wejangan spiritual kepada para peserta yang hadir.
“Peringatan 1 Muharram ini bukan sekadar seremonial pergantian tahun, melainkan momentum penting bagi kita semua selaku warga Setia Hati Terate untuk bermuhasabah dan membersihkan batin. Mari kita jadikan malam ini sebagai titik tolak untuk terus memupuk ajaran budi pekerti luhur, tahu mana yang benar dan salah, serta senantiasa mendekatkan diri kepada Sang Pencipta,” ujar Kangmas Sumarno.
Estafet sambutan diteruskan oleh Ketua Ranting Setu, Kangmas Budi. Dalam kesempatan tersebut, beliau memberikan nasehat serta arahan strategis agar seluruh warga PSHT Ranting Setu terus merawat kebersamaan yang telah terjalin dengan baik di lingkungan masyarakat.
“Sebagaimana esensi dari kegiatan malam ini, tradisi Puter Gelang kita laksanakan secara tulus untuk menyatukan tekad dan mengikat kebersamaan yang kokoh antar sesama warga. Saya berpesan kepada seluruh dulur-dulur di Ranting Setu, jadikan laku ini untuk mempertajam kepekaan, menjaga keteguhan hati, dan merawat solidaritas tanpa henti di dalam organisasi yang kita cintai ini,” tegas Kangmas Budi.
Guna mencairkan suasana dan semakin merekatkan tali silaturahmi, para peserta kemudian mengikuti sesi makan bersama yang penuh dengan kehangatan kekeluargaan. Setelah itu, tibalah pada puncak acara malam tersebut, yakni pelaksanaan tradisi sakral Puter Gelang.
Seluruh rangkaian kegiatan pergantian tahun Islam ini akhirnya ditutup dengan sesi musyawarah antar pengurus dan warga untuk membahas kemajuan ranting ke depan, sebelum diakhiri dengan doa penutup yang menandai selesainya acara dengan sukses dan lancar.












