Selasa, 29 September 2026
Hot

Embun Pagi: Mengingat Asal Usul dan Kuasa Sang Pencipta

Mengajak umat merenungi asal-usul penciptaan manusia serta kuasa Allah melalui Surah Al-Qiyamah ayat 36-40 pada renungan Selasa pagi.

Article ad before first paragraph

HARIANEXPRESS, TANGERANG SELATAN – Segala puji bagi Allah, Dzat yang menciptakan kehidupan dari ketiadaan dan merangkai kesempurnaan dari sesuatu yang hina. Di pagi hari Selasa yang penuh berkah ini, bersama dengan kesejukan embun yang menyapa bumi, mari kita heningkan cipta sejenak. Kita renungkan kembali dari mana kita berasal, untuk apa kita hidup, dan ke mana akhirnya kita akan kembali.

Saudaraku yang dirahmati Allah,

Terkadang, keluasan dunia dan padatnya urusan membuat manusia merasa jumawa, seolah-olah ia berkuasa penuh atas jalan hidupnya dan terlepas dari segala bentuk hisab (perhitungan amal). Untuk menampar kesombongan akal manusia, Allah Subhanahu wa Ta’ala menurunkan firman-Nya yang begitu lugas dalam Surah Al-Qiyamah ayat 36 hingga 40:

“Apakah manusia mengira, dia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggungjawaban)? Bukankah dia mulanya hanya setetes mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim), kemudian (mani itu) menjadi sesuatu yang melekat, lalu Allah menciptakannya dan menyempurnakannya, lalu Dia menjadikan darinya sepasang laki-laki dan perempuan. Bukankah (Allah yang berbuat) demikian berkuasa (pula) menghidupkan orang mati?” (Terjemah Surah Al-Qiyamah ayat 36 hingga 40)

Article ad in the middle of article

Melalui untaian ayat ini, Allah mengajak kita melakukan napak tilas spiritual. Kita diingatkan bahwa penciptaan kita berawal dari setetes cairan yang tak bernilai. Namun, berkat kebesaran kasih sayang Allah, kepingan sel itu dibentuk, disempurnakan susunannya, dan ditiupkan ruh ke dalamnya hingga menjadi manusia seutuhnya.

Jika Allah berkuasa menciptakan manusia dari sesuatu yang tiada menjadi ada dan begitu sempurna, mungkinkah Allah tidak berkuasa membangkitkan kembali manusia yang telah mati untuk dimintai pertanggungjawaban? Sungguh, membangkitkan yang mati adalah hal yang sangat mudah bagi-Nya. Manusia tidak diciptakan untuk hidup sia-sia lalu musnah begitu saja di dalam tanah.

Oleh karena itu, di hari Selasa ini, mari kita songsong rutinitas kita dengan semangat beraktivitas yang dilandasi kesadaran penuh. Bekerjalah, berkaryalah, namun pastikan setiap niat dan tindakan kita bernilai ibadah yang kelak mampu kita pertanggungjawabkan di hadapan-Nya.

Untaian Doa di Pagi Hari

Mengiringi langkah ikhtiar kita, marilah kita tengadahkan tangan seraya bermunajat:

Ya Allah, Yang Maha Penjaga, karuniakanlah kepada kami keadaan yang senantiasa sehat wal afiat. Bagi saudara-saudara kami yang saat ini tengah diuji dengan sakit, turunkanlah rahmat-Mu agar mereka cepat sembuh tanpa menyisakan kepedihan.

Ya Allah Yang Maha Pengasih, berikanlah kepada kami tambahan kebahagiaan yang menenteramkan jiwa, serta kesuksesan yang membawa manfaat bagi sesama. Berilah kemudahan pada setiap urusan dunia kami, agar tak menjadi penghalang bagi ketaatan kami kepada-Mu.

Wahai Dzat Yang Maha Pemberi Rezeki, anugerahkanlah tambahan rezeki yang berlimpah dan barokah. Dan yang terpenting, ya Rabb, bimbinglah hati kami agar senantiasa menjadi hamba yang pandai bersyukur di kala lapang, dan tangguh bersabar di kala sempit.

Aamiin, Ya Rabbal ‘Aalamiin.

Selamat beraktivitas. Jaga hati, luruskan niat, dan raihlah rida Ilahi.

Ustadz Sudarmanto, Lc.

Article ad after last paragraph