HARIANEXPRESS, TANGERANG SELATAN – Segala puji bagi Allah, Sang Pemilik kehidupan dan kematian. Di pagi hari Ahad yang tenang ini, bersama segarnya tetesan embun, mari kita sejenak menundukkan hati. Kehidupan dunia yang sering kali melenakan ini sejatinya hanyalah tempat persinggahan yang fana, yang pasti akan kita tinggalkan.
Saudaraku yang dirahmati Allah,
Allah Subhanahu wa Ta’ala mengingatkan kita tentang sebuah keniscayaan yang kelak akan dialami oleh setiap jiwa. Sebuah fase transisi yang menggetarkan, sebagaimana terekam dalam firman-Nya:
“Dan wajah-wajah (orang kafir) pada hari itu muram, mereka yakin bahwa akan ditimpakan kepadanya malapetaka yang sangat dahsyat. Tidak! Apabila (nyawa) telah sampai ke kerongkongan, dan dikatakan (kepadanya), ‘Siapa yang dapat menyembuhkan?’ Dan dia yakin bahwa itulah waktu perpisahan (dengan dunia), dan bertaut betis (kiri) dengan betis (kanan), kepada Tuhanmulah pada hari itu kamu dihalau.”
(Terjemahan QS. Al-Qiyamah: 24-30)
Ayat-ayat yang mulia ini merekam detik-detik sakaratul maut yang mencekam. Saat nyawa telah beringsut sampai ke kerongkongan, segala daya dan upaya manusia sirna. Harta yang dikumpulkan, pangkat yang dibanggakan, hingga dokter terhebat sekalipun tak akan mampu lagi memberikan kesembuhan atau menahan laju perpisahan dengan dunia.
Di saat penderitaan fisik dan batin memuncak hingga betis saling bertaut, tersadarlah manusia bahwa satu-satunya tempat kembali hanyalah kepada Sang Khalik. Bagi mereka yang lalai dan ingkar, wajah-wajah mereka akan memuram, dibayangi ketakutan yang luar biasa akan malapetaka azab yang menanti.
Oleh karena itu, sebelum waktu perpisahan itu tiba, jadikanlah pagi Ahad ini sebagai momentum kebangkitan spiritual. Semangatlah dalam beraktivitas, tebarkanlah kebaikan, dan niatkan setiap tarikan napas kita semata-mata untuk meraih rida-Nya agar kelak kita tidak kembali dengan wajah yang memuram.
Untaian Doa di Pagi Hari
Mengiringi langkah kita di hari ini, marilah kita bermunajat memohon rahmat dan karunia-Nya:
Ya Allah, Yang Maha Menyembuhkan, karuniakanlah kami keadaan yang senantiasa sehat wal afiat. Bagi saudara-saudara kami yang saat ini tengah diuji dengan sakit, angkatlah penyakitnya tanpa menyisakan kepedihan.
Ya Allah, Yang Maha Menghidupkan, panjangkanlah umur kami dalam ketaatan dan kebermanfaatan. Lindungilah setiap langkah kami dari godaan dunia yang menyesatkan. Mudahkanlah segala urusan dunia kami agar dengannya kami mampu meraih kebaikan akhirat, dan karuniakanlah kami rezeki yang berkah serta melimpah ruah.
Dan yang terpenting, ya Rabb, tetapkanlah hati kami untuk selalu menjadi hamba yang pandai bersyukur di kala menerima nikmat, dan tangguh bersabar di kala menghadapi ujian.
Aamiin, Ya Rabbal ‘Aalamiin.
Selamat beraktivitas dan bermuhasabah di hari Ahad. Semoga Allah senantiasa membimbing kita menuju jalan keselamatan.
Ustadz Sudarmanto, Lc.











