HARIANEXPRESS, TANGERANG SELATAN – Segala puji bagi Allah, Penguasa semesta yang menetapkan balasan atas setiap perbuatan hamba-Nya. Di pagi hari Kamis yang penuh kebaikan ini, embun pagi kembali menyapa kita, membawa pesan kesejukan agar kita senantiasa membasuh hati dari debu-debu kelalaian duniawi.
Saudaraku yang dirahmati Allah,
Pernahkah kita merenungkan dengan sungguh-sungguh muara dari dua jalan kehidupan yang kita pilih di dunia ini? Dalam Surah Al-Insan ayat 4 hingga 7, Allah Subhanahu wa Ta’ala menghadirkan kontras yang sangat tajam antara akhir perjalanan para pengingkar dan mereka yang berbuat kebajikan:
“Sungguh, Kami telah menyediakan bagi orang-orang kafir rantai, belenggu dan neraka yang menyala-nyala. Sungguh, orang-orang yang berbuat kebajikan akan minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur, (yaitu) mata air (dalam surga) yang diminum oleh hamba-hamba Allah dan mereka dapat memancarkannya dengan sebaik-baiknya. Mereka memenuhi nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana.”
Di satu sisi, ada ancaman mengerikan berupa rantai, belenggu, dan kobaran api bagi mereka yang menutup mata dari kebenaran. Namun di sisi lain, Allah menjanjikan kesegaran yang tiada tara bagi Al-Abrar (orang-orang yang berbuat kebajikan). Mereka akan dijamu dengan minuman surga yang dicampur dengan mata air Kafur—sebuah mata air suci yang kesegarannya dan aromanya menenteramkan jiwa, memancar berlimpah bagi hamba-hamba-Nya yang taat.
Siapakah mereka yang berhak mereguk kesegaran mata air surga itu? Allah menjawabnya pada ayat ketujuh: Mereka adalah hamba yang senantiasa menepati janji (nazar) kepada Allah dan sesama, serta memiliki rasa takut yang mendalam terhadap dahsyatnya Hari Kiamat. Rasa takut itulah yang menjadi rem bagi mereka dari berbuat maksiat, dan menjadi motor penggerak untuk terus menebar kebaikan.
Jadikanlah renungan ini sebagai pelecut semangat kita di hari Kamis ini. Bekerjalah, beraktivitaslah, dan penuhilah janji serta tanggung jawab kita di dunia ini dengan sebaik-baiknya, semata-mata karena mengharap keridaan-Nya dan terhindar dari azab yang merata.
Untaian Doa di Pagi Hari
Sembari merajut ikhtiar di hari ini, marilah kita menengadahkan tangan, memohon karunia dari Sang Pemilik Kehidupan:
Ya Allah, Yang Maha Menyembuhkan, karuniakanlah kepada kami nikmat sehat yang berkah. Bagi saudara-saudara kami yang saat ini sedang diuji dengan penyakit, angkatlah penyakitnya, sembuhkanlah mereka tanpa menyisakan rasa sakit sedikit pun.
Ya Allah Yang Maha Mengetahui, anugerahkanlah kepada kami ilmu yang bermanfaat sebagai penerang jalan hidup kami. Mudahkanlah segala urusan dunia kami agar hati ini tak pernah berpaling dari mengingat-Mu, dan bukakanlah pintu rezeki yang berlimpah serta barokah.
Dan yang terpenting, ya Rabb, tanamkanlah di dalam dada kami kekuatan iman untuk senantiasa menjadi hamba yang pandai bersyukur dalam kebahagiaan, dan tangguh bersabar dalam menghadapi ujian.
Aamiin, Ya Rabbal ‘Aalamiin.
Selamat beraktivitas di hari Kamis. Jaga ketaatan, penuhi amanah, dan teruslah melangkah di jalan kebajikan.
Ustadz Sudarmanto, Lc.











