HARIANEXPRESS, TANGERANG SELATAN – Segala puji bagi Allah, Sang Pemilik keagungan yang tiada tertandingi. Di pagi hari Senin yang sejuk ini, udara pagi kembali menyapa sebagai pertanda bahwa Allah masih memberikan kita lembaran waktu yang baru. Lembaran yang semestinya kita isi dengan ketaatan, bukan dengan keangkuhan.
Saudaraku yang dirahmati Allah,
Terkadang, gemerlap dunia membuat sebagian manusia merasa besar dan berkuasa. Namun, Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan sebuah teguran yang sangat tajam dalam Surah Al-Qiyamah ayat 31 hingga 35. Mari kita renungkan peringatan ini dengan mata hati yang terbuka:
“Karena dia (dahulu) tidak mau membenarkan (Al-Qur’an dan Rasul) dan tidak mau melaksanakan shalat, tetapi justru dia mendustakan (Rasul) dan berpaling (dari kebenaran), kemudian dia pergi kepada keluarganya dengan sombong. Celakalah kamu! Maka celakalah! Sekali lagi, celakalah kamu (manusia)! Maka celakalah!” (Terjemahan QS. Al-Qiyamah: 31-35)
Ayat-ayat ini memotret penyakit hati yang paling membinasakan: Kesombongan. Allah menggambarkan runtutan kehancuran seseorang yang dimulai dari menolak kebenaran, enggan menundukkan diri dalam ibadah shalat, hingga berjalan di muka bumi dengan dada membusung penuh keangkuhan. Pengulangan kata “Celakalah!” hingga empat kali dalam dua ayat terakhir adalah bentuk penegasan betapa murkanya Allah terhadap manusia yang sombong dan meremehkan syariat-Nya.
Kesombongan adalah jubah kebesaran Allah, dan tidak ada satu pun makhluk yang berhak memakainya. Oleh karena itu, di awal pekan ini, mari kita lucuti segala bentuk keangkuhan di dalam hati. Jadikan hari Senin ini sebagai langkah awal untuk membuktikan ketundukan kita kepada-Nya. Bekerjalah dengan giat, raihlah prestasi, namun tetaplah menjejak bumi dengan penuh kerendahan hati.
Untaian Doa di Pagi Hari
Mengawali aktivitas di hari Senin yang penuh harapan ini, marilah kita menengadahkan tangan, memohon rahmat dan rida-Nya:
Ya Allah, Yang Maha Menyembuhkan, karuniakanlah kepada kami nikmat kesehatan yang paripurna. Bagi saudara-saudara kami yang saat ini tengah diuji dengan rasa sakit, angkatlah penyakitnya dan gantikanlah dengan kesembuhan yang tiada meninggalkan kepedihan.
Ya Allah Yang Maha Pengampun, ampunilah dosa-dosa kedua orang tua kami dan dosa-dosa kami. Kasihilah mereka sebagaimana mereka mengasihi kami.
Ya Allah Yang Maha Mengetahui, anugerahkanlah kepada kami ilmu yang bermanfaat, berikanlah kami kesuksesan, kebahagiaan, serta umur panjang yang dipenuhi dengan amal saleh. Mudahkanlah urusan dunia kami agar tak menjadi beban yang melalaikan, dan bukakanlah pintu rezeki yang berkah serta melimpah dari arah yang tiada disangka-sangka.
Dan yang terpenting, ya Rabb, hiasilah relung jiwa kami dengan kemampuan untuk senantiasa bersyukur di kala lapang, dan ketangguhan untuk bersabar di kala sempit.
Aamiin, Ya Rabbal ‘Aalamiin.
Selamat beraktivitas di hari Senin. Tetaplah merendah, agar Allah yang meninggikan derajat kita.
Ustadz Sudarmanto, Lc.











