Sastria Danol Penulis | Ipnu Subroto Editor
HARIANEXPRESS, TANGERANG SELATAN – Pemerintah Kota Tangerang Selatan mengubah fokus strategi pengentasan kemiskinan melalui program pemberdayaan ekonomi, Rabu (30/9/2026).
Pemerintah Kota Tangerang Selatan kini mengalihkan fokus pengentasan kemiskinan dari sekadar pembagian bantuan sosial menuju program pemberdayaan ekonomi yang lebih komprehensif. Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menilai penanganan kemiskinan perlu menyasar langsung pada akar masalah di lapangan.
Pelaksanaan strategi kemandirian tersebut diwujudkan melalui penguatan UMKM, pelatihan pengemasan produk, pemasaran digital, hingga pembekalan pembuatan konten digital bagi pemuda kelurahan. Penyaluran program kebutuhan dasar juga memanfaatkan aplikasi Data Rakyat Tangerang Selatan (Datara) sebagai rujukan data yang terintegrasi.
“Selain bantuan sosial, kita tingkatkan pelatihan kerja. Bukan cuma permodalan, tapi pendampingan yang dibutuhkan masyarakat miskin supaya mereka bisa bergerak di sektor ekonomi kreatif,” ujar Benyamin.
Di bidang kesehatan, intervensi pencegahan tengkes dilakukan melalui Pos Gizi bagi ibu hamil dan balita dari keluarga prasejahtera. Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, menjelaskan bahwa pengawalan program gizi ini melibatkan kader kesehatan dan ahli gizi secara langsung.
“Petugas akan menilai langsung mana anak yang kurang berat badannya serta ibu hamil yang kemampuan finansialnya terbatas untuk membeli makanan bergizi,” ucap Pilar.











