Findy Alfiansyah Penulis
HARIANEXPRESS, TANGERANG SELATAN – Pemerintah Kota Tangerang Selatan mencatatkan keberhasilan signifikan dalam menurunkan angka stunting dan menghapus kemiskinan ekstrem di wilayahnya, Kamis (04/06/2026).
Pemerintah pusat mengapresiasi kinerja Pemerintah Kota Tangerang Selatan dengan memberikan insentif fiskal sebesar Rp 12,2 miliar. Dana tersebut diberikan khusus untuk kategori keberhasilan penurunan angka stunting dan penghapusan kemiskinan ekstrem.
Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menjelaskan bahwa prevalensi stunting saat ini turun drastis menjadi 9,2 persen. Angka ini mengalami penurunan signifikan dari tahun 2021 yang masih berada di level 19,9 persen.
“Capaian prestasi ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) serta peran aktif seluruh elemen masyarakat,” ujar Benyamin Davnie.
Pemerintah kota menargetkan angka stunting turun lebih lanjut hingga di bawah 7 persen pada akhir tahun 2024. Penanganan difokuskan melalui intervensi spesifik pada pemenuhan gizi ibu hamil serta pemantauan tumbuh kembang balita.
Selain sukses menekan stunting, Tangerang Selatan juga berhasil mencapai target nol persen untuk angka kemiskinan ekstrem. Sementara itu, tingkat kemiskinan umum di wilayah tersebut tercatat 2,57 persen, yang merupakan terendah di Banten.
Indikator kesejahteraan lainnya menunjukkan perbaikan dengan turunnya tingkat pengangguran terbuka menjadi 5,8 persen. Sebelumnya, angka pengangguran sempat menyentuh 13 persen akibat dampak pandemi COVID-19 beberapa tahun lalu.
Kualitas hidup masyarakat juga tercermin dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang kini berada pada angka 83,57. Capaian ini menempatkan Tangerang Selatan dalam kategori daerah dengan pembangunan manusia sangat tinggi.
Pemerintah terus memperkuat program pemberdayaan ekonomi dan bantuan sosial terintegrasi untuk menjaga kestabilan angka kemiskinan. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam mempertahankan prestasi pembangunan berkelanjutan di kota tersebut.
