Findy Alfiansyah Penulis
HARIANEXPRESS, TANGERANG SELATAN – Sejumlah peninggalan penting dari era perkebunan kolonial Belanda masih dapat ditemukan di wilayah Kota Tangerang Selatan hingga saat ini, Minggu (17/5/2026).
Kawasan Tangerang Selatan dahulu merupakan bagian dari tanah partikelir atau landgoed yang menjadi pusat produksi komoditas ekspor. Pemerintah Hindia Belanda memfungsikan wilayah ini sebagai area perkebunan karet dan kelapa yang dikelola oleh pihak swasta.
Hingga kini, beberapa sisa struktur bangunan dan pola penataan lahan lama masih terlihat di tengah pesatnya pembangunan kota. Jejak sejarah tersebut memberikan gambaran mengenai identitas wilayah Tangsel sebelum menjadi kawasan pemukiman elit.
Kecamatan Serpong dan Setu menjadi lokasi utama yang dulunya merupakan hamparan luas perkebunan karet milik perusahaan Belanda. Beberapa pohon tua yang masih berdiri kokoh di area tertentu menjadi saksi bisu kejayaan agraris masa lalu.
Selain vegetasi, pengaruh arsitektur bangunan administratif perkebunan juga sempat memberikan corak pada beberapa bangunan tua di sekitar wilayah Cilenggang. Para pengembang properti saat ini pun seringkali mempertahankan konsep ruang terbuka hijau yang terinspirasi dari tata lahan perkebunan tersebut.
“Sisa-sisa perkebunan ini membuktikan bahwa Tangerang Selatan memiliki peran strategis dalam rantai ekonomi kolonial pada abad ke-19,” ujar TB Sos Rendra (Budayawan Tangerang).
Upaya pelestarian sejarah ini sangat penting agar generasi muda dapat memahami asal-usul perkembangan kota mereka. Pemerintah daerah pun mulai memberikan perhatian lebih pada situs-situs yang memiliki nilai historis tinggi.
Masyarakat kini dapat mengunjungi beberapa titik lokasi yang masih menyimpan atmosfer masa lalu melalui program wisata sejarah lokal. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga warisan budaya di tengah modernisasi.











