Tubagus Soleh
Penulis
|
Ipnu Subroto
Editor
HARIANEXPRESS, TANGERANG SELATAN – Kramat Tajug Tubagus Muhammad Atif bin Sultan Ageng Tirtayasa resmi ditetapkan sebagai Cagar Budaya Kota Tangerang Selatan, Sabtu (5/9/2026).
Penetapan Kramat Tajug Tubagus Muhammad Atif bin Sultan Ageng Tirtayasa dilakukan berdasarkan Keputusan Walikota Tangerang Selatan Nomor: 030/kep.517-huk/2019. Kini, situs bersejarah ini bukan lagi milik keluarga semata, melainkan aset seluruh rakyat Indonesia, khususnya warga Tangerang Selatan yang wajib dijaga.
“Seluruh keluarga besar keturunan Tubagus Muhammad Atif mengucapkan terima kasih kepada Pemkot Tangsel, khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, yang telah mengawal proses penetapan Cagar Budaya ini,” ujar Tubagus Imamudin (Ketua Yayasan Muhammad Atif bin Sultan Ageng Tirtayasa) kepada Tubagus Soleh dari Harian Express Tangerang Selatan.
“Penetapan ini merupakan bentuk pengakuan atas jasa dan kiprah beliau dalam menjalankan syiar Islam di daerah Serpong dan sekitarnya,” tambahnya.
Tubagus Muhammad Atif bin Sultan Ageng Tirtayasa, yang dikenal juga sebagai Raden Wetan, pindah ke daerah Serpong atas perintah Ayahandanya, Sultan Ageng Tirtayasa Banten. Kedatangannya ke daerah Wetan tersebut didampingi tujuh orang pengawal khusus Kesultanan Banten yang terkenal dengan kemampuan luar biasa mereka.
Para pengawal tersebut adalah Mbah Syukur (ajudan khusus), Mbah Panca Baya, Mbah Memple, Mbah Usam, Mbah Item, Mbah Kerta, dan Mbah Kerti. Mbah Kerta dan Mbah Kerti secara khusus bertugas mengurus administrasi serta pengembangan pertanian di wilayah Serpong.
Di masa Sultan Ageng Tirtayasa, pertanian maju dan dikenal modern berkat teknologi irigasi. Kemajuan ini juga terjadi di Serpong yang menjadi basis syiar Tubagus Muhammad Atif.
Ketika Harian Express Tangerang Selatan menanyakan apa prioritas yang akan dilakukan oleh Pengurus Yayasan Muhammad Atif bin Sultan Ageng Tirtayasa. Dengan lugas Tubagus Imamudin menguraikan beberapa hal.
Pertama, akan dilakukan revitalisasi total dan penataan internal seperti perawatan serta pelestarian Kramat Tajug sebagai destinasi kebudayaan di Tangsel.
Kedua, dalam jangka menengah, yayasan mengusulkan pembangunan museum Sejarah Dakwah Islam Muhammad Atif dan Perjuangan Rakyat Tangsel.
Ketiga, untuk penguatan dan dampak positif lingkungan, yayasan berencana membangun sentra UMKM di area Kramat Tajug.
Penataan ekonomi ini dipandang penting sebagai wujud kontribusi nyata terhadap keberadaan syiar Tubagus Muhammad Atif di Serpong dan umumnya di Kota Tangsel.


