Jumat, 04 September 2026
Hot

Stiker Viral di Halte Legoso 1 Akan Diganti Dishub Tangsel

Stiker kontroversial di Halte Legoso 1 Tangsel akan dicopot Dishub. Warga kritik pesan 'Mending aku naik ojek online' dinilai salah alamat.

Article ad before first paragraph

Sastria Danol Penulis | Ipnu Subroto Editor

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) akan segera mengganti stiker ‘Mending aku naik ojek online!’ yang viral dan menuai sorotan dari masyarakat di Halte Legoso 1, kawasan Ciputat Timur, Jumat (4/9/2026).

Kasi Pemeliharaan Sarana Dan Prasarana, Fiqa Permana menjelaskan bahwa pemasangan stiker viral tersebut awalnya bertujuan sebagai bentuk kreativitas.Dishub Kota Tangsel berharap stiker tersebut bisa menghibur masyarakat pengguna transportasi umum.

“Namanya kita di jalan kan jenuh, capek, segala macam gitu kan. Jadi mungkin stiker itu  sebagai kreativitas lah,” tambahnya.

Article ad in the middle of article

Namun, menanggapi respons publik, Dishub Tangsel berkomitmen untuk segera mencopot stiker tersebut.

“Nanti ini langsung kita copot saja deh. Karena sebagai pemerintah, ngikut apa maunya Teman-teman. Kalau memang merasa (stiker itu) tidak pantas,” ujar Fiqa.

Sebagai gantinya, akan dipasang stiker baru dengan pesan yang dianggap lebih sesuai dan umum.

“Ditunggu ya. Nanti ini lagi didesain. Kalau beneran, sih, malam ini dicetak dan besok kalian bisa lihat sudah dipasang,” kata Fiqa.

“Nanti kita ganti tulisan yang biasa saja lah, yang ‘jagalah kebersihan’ gitu-gitu,” sambungnya.

Reaksi Warga dan Kronologi Penemuan Stiker

Sebelumnya, Halte Legoso 1 terlihat bahwa stiker berwarna dasar biru muda tersebut masih terpasang di tembok kaca halte dan tampak baru ditempel.

Pesan lengkap pada stiker tersebut berbunyi:

“Aku akan terus menunggu, tapi kalau lama, mending aku naik ojek online!”

Selain tulisan tersebut, stiker juga berisi imbauan untuk mematuhi rambu lalu lintas dan larangan mencoret-coret tembok halte.

Tampak pula logo Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangsel serta semboyan ‘Tangsel Kota Layak Anak’ pada stiker itu. Seorang warga setempat, Rizal, juga memberikan komentarnya terkait stiker di Halte Legoso 1.

Rizal menilai pesan pada stiker itu ‘salah alamat’ karena transum (transportasi umum) merupakan kebutuhan vital.

“Mungkin salah alamat ya yang bikin pesannya. Harusnya lebih paham lah, buat kita kan transum itu jadi kebutuhan. Kalau ojol (ojek online) kan keluar duit lagi kita,” kata Rizal.

Rizal mengusulkan agar stiker pengganti dapat lebih mengajak masyarakat untuk betah menggunakan transportasi umum.

Article ad after last paragraph