Findy Alfiansyah Penulis
HARIANEXPRESS, TANGERANG SELATAN – Pemerintah Kota Tangerang Selatan memproyeksikan kegiatan Lebaran Betawi dan Gebyar Budaya sebagai agenda pariwisata rutin setiap tahun, Sabtu (09/05/2026).
Langkah ini dilakukan untuk memperkuat identitas lokal sekaligus meningkatkan daya tarik kunjungan wisatawan ke wilayah tersebut. Walikota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menegaskan pentingnya pelestarian budaya di tengah modernitas kota.
Festival yang digelar di Lapangan Rempoa, Ciputat Timur ini menjadi pembuka rangkaian kegiatan budaya di tujuh kecamatan. Berbagai atraksi mulai dari palang pintu hingga kuliner khas Betawi ditampilkan untuk menghibur masyarakat.
“Kami akan mendorong agar Lebaran Betawi dan Gebyar Budaya ini masuk dalam kalender event pariwisata tahunan di Tangerang Selatan,” ujar Benyamin Davnie.
Benyamin menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah memiliki payung hukum berupa Peraturan Daerah untuk mendukung inisiatif tersebut. Regulasi ini menjadi landasan kuat agar perayaan budaya tidak hanya bersifat seremonial sesaat.
Antusiasme ribuan warga yang memadati lokasi acara menjadi indikator keberhasilan festival budaya tersebut. Walikota berharap kegiatan ini mampu menjadi penggerak ekonomi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat.
“Tidak apa-apa tahun ini kita mulai dulu, tetapi ke depan akan menjadi kalender budaya yang diinisiasi melalui kolaborasi antara lembaga budaya Betawi dengan sektor pariwisata,” ujar Benyamin Davnie.
Pemerintah juga berencana menggandeng lebih banyak komunitas seni untuk memperkaya konten acara di masa depan. Hal ini diharapkan dapat menarik minat generasi muda untuk tetap mencintai warisan leluhur mereka.
Keberlanjutan agenda ini dipastikan akan melibatkan roadshow budaya di seluruh kecamatan se-Kota Tangerang Selatan. Program tersebut bertujuan memeratakan akses hiburan dan pelestarian tradisi di tengah masyarakat.
