Jumat, 28 Agustus 2026
Hot

Rumah Sehat Sahabat Paru Pertama di Banten Diresmikan di Kota Tangerang

Kota Tangerang kini memiliki Rumah Sehat Baznas (RSB) Sahabat Paru, fasilitas pendampingan pertama di Banten untuk pasien tuberkulosis resistan obat, diresmikan oleh Pemkot dan Baznas setempat.

Article ad before first paragraph

Sastria Danol Penulis | Ipnu Subroto Editor

HARIANEXPRESS, TANGSEL – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Tangerang baru saja meresmikan Rumah Sehat Baznas (RSB) Sahabat Paru pada hari Kamis, (27/8/2026).

Fasilitas ini menjadi tempat pendampingan sementara bagi pasien tuberkulosis (TB), khususnya pasien resistan obat (RO), dan merupakan yang pertama di Provinsi Banten.

Peresmian RSB Sahabat Paru, yang berlokasi di Perumahan Bina Marga, Cikokol, Kota Tangerang, menyoroti pentingnya penanganan TB yang melampaui pengobatan medis. Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menekankan bahwa pasien juga membutuhkan dukungan keluarga, pemenuhan gizi, lingkungan yang mendukung, serta pendampingan selama masa pengobatan.

Article ad in the middle of article

Dukungan Komprehensif untuk Pasien TB

Wali Kota Tangerang Sachrudin menyampaikan bahwa TB bukan semata masalah medis, melainkan juga persoalan sosial yang memerlukan perhatian dan dukungan agar pasien dapat menyelesaikan pengobatan secara tuntas dan mencegah penularan ke orang lain.

“TB bukan hanya persoalan medis, mereka membutuhkan perhatian dan dukungan agar bisa menjalani pengobatan sampai tuntas dan tidak menularkan kepada orang lain,” ujar Sachrudin usai peresmian di Perumahan Bina Marga, Cikokol, Kota Tangerang.

Ia juga menambahkan bahwa penanggulangan TB membutuhkan kepedulian dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah, Baznas, tenaga kesehatan, keluarga, serta masyarakat menjadi kunci penting untuk mempercepat eliminasi TB.

“Persoalan kesehatan adalah tanggung jawab kita bersama. Begitu pula zakat, infak, dan sedekah bukan hanya tentang ibadah secara personal, tetapi juga memiliki fungsi sosial untuk membantu dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” lanjutnya.

Menurut Sachrudin, RSB Sahabat Paru membuktikan bahwa pengelolaan zakat, infak, dan sedekah mampu memberikan manfaat nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama mereka yang memerlukan dukungan kesehatan.

Wakil Ketua II Baznas Kota Tangerang, Danni Budianto, menjelaskan bahwa program ini adalah bagian dari pengembangan program kesehatan. Pembiayaan untuk program ini ditanggung oleh Baznas, sementara proses seleksi penerima manfaat dan pendampingan pengobatan dilaksanakan bersama dengan Dinas Kesehatan.

“Ini kan pemberdayaan. Ini perlu waktu. Harapannya bisa sembuh, kembali ke masyarakat, kemudian kita berikan intervensi bantuan modal usaha ekonominya sehingga mereka bisa berubah menjadi sehat dan mandiri,” ungkap Danni.

Fokus pada Kepatuhan dan Pemutusan Rantai Penularan

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni, merincikan bahwa fasilitas ini khusus diperuntukkan bagi pasien TB resistan obat yang membutuhkan pendampingan selama pengobatan. Rumah sehat tersebut dilengkapi dengan tiga kamar yang bisa menampung enam pasien.

Setiap pasien akan menjalani pendampingan selama 14 hari, sekaligus menerima obat sesuai penanganan medis. Pendampingan ini bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat, mengingat pengobatan TB membutuhkan waktu yang panjang dan konsistensi.

“Harapan kami adalah pada pasien dengan TB ini bisa kita putus rantai penularannya, baik kepada keluarga maupun masyarakat di sekitar,” kata dr. Dini Anggraeni.

Article ad after last paragraph