Jumat, 28 Agustus 2026
Hot

Anggota DPRD Tangsel Ferdiansyah Desak Konflik SDIP Pamulang Tak Ganggu KBM

Setelah mendengarkan keluhan wali murid Anggota DPRD Tangsel Ferdiansyah mendesak agar konflik yayasan SDIP Pamulang tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar siswa.

Article ad before first paragraph

HARIANEXPRESS, PAMULANG – Anggota DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Ferdiansyah mendesak konflik yayasan TKIP-SDIP Pamulang tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar (KBM) setelah mendengarkan keresahan wali murid. Kamis, (27/8/2026).

Ferdiansyah, dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dapil Pamulang, menemui sejumlah wali murid di TKIP-SDIP Pamulang. Dalam pertemuan tersebut, ia mendengar keluhan terkait kondisi sekolah di tengah konflik yayasan.

Para orang tua disebut tidak ingin terlibat konflik, mereka hanya berharap anak-anaknya dapat belajar dengan aman dan nyaman. Pertemuan ini diikuti tiga perwakilan wali murid, dua di antaranya sempat hadir dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Tangsel.

“Orang tua murid ini tidak terafiliasi dengan yayasan manapun. Mereka tidak mau masuk ke ranah konflik tersebut. Mereka ingin fokus bagaimana anak-anak mereka bisa sekolah, bertumbuh dan berkembang dengan baik, aman dan nyaman,” ujar Ferdiansyah (Anggota DPRD Kota Tangerang Selatan).

Article ad in the middle of article

Keresahan wali murid turut dipicu oleh sejumlah insiden di lingkungan sekolah baru-baru ini. Ferdiansyah juga diajak melihat kerusakan di ruang tata usaha (TU) serta ruang server dan CCTV.

Gambar tambahan: WhatsApp Image 2026 08 28 at 08.14.29 (2)

Ia memperoleh informasi bahwa tidak ada rekaman atau cadangan CCTV pada tanggal 22 dan 23 Agustus. Kondisi ruang server juga berantakan dengan sejumlah kabel CCTV yang tercabut.

“Memang ada dua hari, tanggal 22 dan tanggal 23, itu tidak ada rekaman atau backup CCTV-nya. Informasi dari kepala sekolah, pada saat kejadian ada beberapa oknum yang masuk, termasuk mencongkel ruangan tersebut karena kondisinya rusak,” jelasnya.

Ferdiansyah menegaskan bahwa konflik antarpihak harus dipisahkan dari kepentingan pendidikan. Sengketa hukum seharusnya diselesaikan melalui jalur masing-masing tanpa mengganggu lingkungan sekolah dan aktivitas siswa.

Ia menilai keamanan sekolah perlu menjadi perhatian utama, mengingat ada kejadian sebelumnya yang menimbulkan kekhawatiran. Kedua belah pihak diminta menahan diri dari tindakan yang membuat peserta didik serta orang tua tidak nyaman.

Gambar tambahan: WhatsApp Image 2026 08 28 at 08.14.29 (1)

Selain itu, wali murid juga khawatir terhadap keberlangsungan pembelajaran jika terjadi perubahan pengelola sekolah. Salah satu kekhawatiran utama adalah status guru yang selama ini telah dikenal dan membuat siswa nyaman.

Ferdiansyah menyebut Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Tangsel telah memastikan KBM tetap berjalan. Kebijakan pembelajaran juga akan disesuaikan dengan situasi di lapangan.

DPRD Tangsel berencana kembali menggelar RDP lanjutan melalui Badan Musyawarah (Bamus) DPRD. RDP ini akan mengundang yayasan baru, perwakilan wali murid, komite, Dindikbud Tangsel, Dewan Pendidikan, hingga pihak kepolisian.

Pihak kepolisian diharapkan hadir untuk menjelaskan dugaan pengerusakan, intimidasi, dan barang-barang yang disebut dibawa dari lingkungan sekolah. Ferdiansyah berharap pertemuan lanjutan ini mencapai kesepahaman untuk menjaga kondusivitas sekolah.

Ia menginformasikan bahwa konflik sedang bergulir di PTUN, PN Depok, dan Polda Metro Jaya. Ferdiansyah menegaskan konflik harus diselesaikan sesuai prosedur hukum, namun tidak boleh mengorbankan peserta didik.

Dalam RDP sebelumnya, ada kekhawatiran wali murid yang mempertimbangkan untuk menarik anak dari SDIP bila situasi tidak kondusif. Ferdiansyah meminta semua pihak menahan diri dan tidak menjadikan lingkungan sekolah sebagai arena konflik.

Gambar tambahan: WhatsApp Image 2026 08 28 at 08.14.29
Sumber:
  • Foto-foto Dok. Ferdiansyah via Harianexpress
  • https://tangselpos.id/detail/53587/dengar-curhatan-wali-murid-sdip-pamulang-ferdiansyah-desak-konflik-tak-ganggu-kbm
Article ad after last paragraph