Findy Alfiansyah Penulis
HARIANEXPRESS, TANGERANG SELATAN – Camat Setu Erwin Gemala Putra memergoki sejumlah remaja yang diduga hendak melakukan aksi tawuran di wilayahnya pada Selasa malam Rabu, (19/05/2026).
Erwin mendapati para remaja tersebut saat sedang memantau wilayah Setu. Pihak kecamatan kemudian mengumpulkan mereka bersama orang tua untuk diberikan pembinaan intensif.
Langkah ini turut melibatkan pihak kepolisian, aparat wilayah, hingga unsur Karang Taruna setempat. Upaya tersebut bertujuan untuk memutus mata rantai tawuran dan geng motor yang belakangan meresahkan warga.
Camat mengungkapkan bahwa pola aksi tawuran saat ini banyak dipicu oleh aktivitas di media sosial. Kelompok remaja biasanya saling berjejaring dan memamerkan konvoi motor hingga berujung pada aksi saling ejek.
“Salah satu kelompok membuat aktivitas malam hari seperti konvoi motor beramai-ramai lalu diposting menjadi konten. Dari situ muncul saling ejek hingga akhirnya janjian tawuran” ujar Erwin Gemala Putra.
Dalam agenda pembinaan tersebut, terdapat tujuh remaja yang didata oleh pihak kecamatan. Namun dari jumlah tersebut, tercatat hanya lima orang tua yang hadir memenuhi panggilan petugas.
Erwin menekankan bahwa mayoritas remaja yang terjaring masih berstatus sebagai pelajar tingkat SMP dan SMA. Ia meminta pengawasan keluarga lebih diperkuat agar anak-anak tidak terjerumus dalam pergaulan yang membahayakan nyawa.
Pihak kecamatan berencana mengarahkan para remaja tersebut ke berbagai kegiatan positif seperti olahraga dan aktivitas sosial. Sinergi antara sekolah, tokoh masyarakat, dan keluarga menjadi kunci utama dalam pencegahan kenakalan remaja.











