Findy Alfiansyah Penulis
HARIANEXPRESS, TANGERANG SELATAN – Pemerintah Kota Tangerang Selatan bersama Majelis Ulama Indonesia membekali dua ratus peserta dengan keterampilan penyembelihan halal demi menjamin kualitas daging kurban sesuai standar kesehatan, Kamis (14/05/2024).
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie hadir secara langsung untuk membuka agenda tersebut. Ia menegaskan pentingnya implementasi standar Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH) dalam pengelolaan pangan hewani.
Pelatihan ini menyasar perwakilan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) dari berbagai wilayah di Tangerang Selatan. Benyamin mengapresiasi langkah MUI dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di sektor keagamaan secara profesional.
“Kami ingin memastikan seluruh hewan kurban di Tangerang Selatan diproses oleh tenaga ahli yang kompeten dan bersertifikat,” ujar Benyamin Davnie.
Para peserta mendapatkan pembekalan teori mengenai fikih penyembelihan serta bimbingan teknis penggunaan alat potong yang memadai. Selain itu, mereka juga diajarkan cara menangani hewan agar tidak mengalami stres berlebih saat proses penyembelihan.
Sekretaris Umum MUI Kota Tangerang Selatan Abdul Rojak menyatakan antusiasme masyarakat terhadap program ini sangat tinggi. Hal ini terlihat dari jumlah pendaftar yang terus meningkat setiap tahunnya guna memenuhi kebutuhan Idul Adha.
“Penyembelihan bukan sekadar memutus urat leher hewan, tetapi harus memenuhi kaidah kesehatan dan syariat Islam secara utuh,” ujar Abdul Rojak.
Pemerintah Kota berharap para lulusan pelatihan ini dapat menjadi garda terdepan dalam pengawasan hewan kurban di lingkungannya. Upaya ini merupakan langkah preventif guna mencegah penyebaran penyakit hewan serta menjamin ketenangan masyarakat dalam beribadah.


