Selasa, 15 September 2026
Hot

Sungai Cisadane Menyusut, Krisis Air Bersih di Tangerang Selatan Diprediksi Hingga Akhir Oktober 2026

BPBD Kota Tangerang Selatan memproyeksikan krisis air bersih akibat menyusutnya Sungai Cisadane akan berlangsung hingga akhir Oktober 2026.

Article ad before first paragraph

Sastria Danol Penulis | Ipnu Subroto Editor

HARIANEXPRESS, TANGSEL – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memproyeksikan ancaman krisis air bersih di wilayahnya berpotensi bertahan hingga akhir Oktober 2026, Minggu (13/9/2026).

Kondisi kemarau ini diperparah oleh menyusutnya aliran debit air di Sungai Cisadane yang berimbas pada penurunan pasokan air tanah masyarakat. Pihak BPBD kini terus mengoptimalkan penyaluran bantuan air bersih ke puluhan titik terdampak.

Sungai Cisadane Menyusut Picu Krisis Air

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Tangerang Selatan memperkirakan dampak kemarau kali ini akan berlangsung lebih panjang. Penurunan drastis pasokan air tanah milik warga disinyalir kuat dipengaruhi oleh menyusutnya debit air di Sungai Cisadane.

Article ad in the middle of article

Komandan Peleton BPBD Tangsel, Dian Wiryawan, memberikan konfirmasi mengenai situasi darurat ini pada Minggu, 13 September 2026. Pihaknya kini terus bersiap untuk mengantisipasi perpanjangan masa tanggap darurat krisis air di lapangan.

“Kami memperkirakan kekeringan akan bertahan sampai akhir Oktober. Penurunan pasokan air tanah warga kemungkinan besar dipengaruhi oleh menyusutnya debit air Sungai Cisadane,” ujar Dian Wiryawan.

Data Sebaran Wilayah Terdampak Kekeringan

Berdasarkan rekaman data penyaluran air sejak periode 8 Juli sampai 10 September 2026, dampak kekeringan sudah meluas. Bencana musiman ini setidaknya telah menyasar sebanyak 559 Kepala Keluarga atau mencakup 2.446 jiwa warga Tangsel.

Krisis air bersih tersebut tersebar secara acak di 25 titik yang mencakup empat wilayah kelurahan berbeda. Kelurahan Keranggan mencatatkan diri sebagai wilayah dengan dampak kekeringan paling parah saat ini.

Berikut adalah rincian titik krisis air bersih di beberapa kelurahan di Tangerang Selatan:

  • Kelurahan Keranggan: Terdiri atas 16 titik krisis air.
  • Kelurahan Kademangan: Terdiri atas 7 titik krisis air.
  • Kelurahan Muncul: Terdiri atas 1 titik krisis air.
  • Kelurahan Serpong: Terdiri atas 1 titik krisis air.

Penyaluran Bantuan Air Bersih oleh BPBD Tangsel

Guna menopang kebutuhan hidup sehari-hari warga di lokasi terdampak, BPBD Tangsel bergerak cepat menyalurkan air bersih. Total pasokan air bersih yang telah dialirkan ke rumah-rumah warga kini mencapai 1.026.850 liter.

Petugas di lapangan juga terus memonitor kelayakan air yang dikirimkan agar tetap higienis saat sampai ke tangan warga. BPBD mengklaim kualitas air bersih yang disuplai tetap terjaga dengan baik tanpa adanya kontaminasi.

“Alhamdulillah sejauh ini belum ada keluhan dari warga mengenai kualitas air bersih yang disuplai, seperti keruh atau berbau,” tutur Dian Wiryawan.

BPBD Tangsel pun mengeluarkan imbauan resmi agar warga di wilayah dengan pasokan air stabil tetap menghemat penggunaan air. Langkah pencegahan ini diharapkan mampu menekan potensi perluasan wilayah krisis air bersih.

Article ad after last paragraph