ENGLISHEN
JK Beri Bonus ke 91 Relawan PMI Usai Bantu Korban Kecelakaan KRL
Home Berita JK Beri Bonus ke 91 Relawan PMI Usai Bantu Korban Kecelakaan KRL

JK Beri Bonus ke 91 Relawan PMI Usai Bantu Korban Kecelakaan KRL

Ketua Umum PMI Jusuf Kalla memberikan penghargaan dan bonus kepada 91 relawan yang mengevakuasi korban kecelakaan maut KRL di Stasiun Bekasi Timur. ISI ARTIKEL:

Share

Penulis : Findy Alfiansyah

TANGSEL HARIAN EXPRESS – Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla, memberikan apresiasi tinggi kepada puluhan relawan yang terlibat dalam aksi kemanusiaan pasca-kecelakaan maut di Stasiun Bekasi Timur. Sebanyak 91 relawan PMI mendapatkan penghargaan sekaligus bonus tunai atas dedikasi dan kecepatan mereka dalam mengevakuasi para korban. Langkah ini merupakan bentuk pengakuan terhadap kerja keras para relawan yang terjun langsung ke lokasi kejadian pada malam hari untuk memberikan pertolongan pertama

Jusuf Kalla menyerahkan penghargaan tersebut secara langsung saat mengunjungi kantor PMI Kota Bekasi pada Rabu, 29 April 2026. Dalam kunjungannya, pria yang akrab disapa JK ini memuji sinergi para relawan dengan lembaga dan instansi terkait lainnya dalam menangani masa kritis setelah kecelakaan. Ia menilai tindakan cepat para relawan sangat krusial dalam menyelamatkan lebih banyak nyawa dan memberikan rasa tenang bagi para korban yang mengalami luka-luka.

“Oh iya, tentu kita menghargai, menyampaikan ucapan terima kasih kepada relawan PMI yang cepat tanggap, untuk mengatasi, membantu mengatasi bersama-sama dengan semua lembaga-lembaga, instansi relawan yang lain,” ujar Jusuf Kalla saat berada di Bekasi.

Sekretaris Jenderal PMI Kota Bekasi, Kusnaman, menyambut baik apresiasi yang datang langsung dari pimpinan pusat tersebut. Ia mengungkapkan bahwa seluruh relawan yang bertugas saat malam nahas itu mendapatkan bonus tambahan. Para penerima penghargaan ini tidak hanya berasal dari satu wilayah, melainkan gabungan dari personel PMI se-DKI Jakarta, Tangerang, Kabupaten Bekasi, Karawang, hingga Kota Bekasi sendiri.

Kusnaman menceritakan bagaimana timnya langsung bergerak segera setelah menerima informasi mengenai tabrakan kereta. Pihak PMI segera memobilisasi berbagai perlengkapan medis darurat untuk menunjang proses evakuasi. Mereka menyiapkan gas oksigen, armada **ambulans**, hingga persediaan obat-obatan yang dibutuhkan untuk penanganan pertama di lapangan. Koordinasi antarwilayah berjalan sangat dinamis dengan jumlah personel yang beragam dari setiap daerah, mulai dari 8 hingga 19 orang per tim.

Tragedi yang memicu aksi heroik ini terjadi pada Senin, 27 April 2026 malam di Stasiun Bekasi Timur. Peristiwa memilukan tersebut bermula ketika sebuah KRL Cikarang arah Jakarta menabrak satu unit taksi yang sedang melintas di perlintasan sebidang tanpa palang pintu. Dampaknya, perjalanan KRL terhambat dan rangkaian kereta terhenti di jalur tersebut. Tak lama kemudian, rangkaian KRL yang sedang berhenti itu tertabrak oleh Kereta Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Pasar Turi.

Insiden tabrakan beruntun ini mengakibatkan dampak yang sangat fatal dengan catatan 16 orang meninggal dunia. Selain korban jiwa, sebanyak 91 orang lainnya mengalami luka-luka dan membutuhkan perawatan medis intensif. Kehadiran relawan PMI di lokasi sesaat setelah kejadian menjadi faktor kunci dalam proses pemindahan korban ke rumah sakit terdekat. Jusuf Kalla berharap semangat kerelawanan ini terus terjaga untuk menghadapi berbagai situasi darurat di masa depan. Masyarakat diharapkan untuk selalu mengikuti perkembangan informasi terkini terkait keselamatan transportasi dan kebijakan pelayanan publik dari sumber-sumber resmi.

Share
Related Articles

DMCA.com Protection Status

Kanal

© 2019 - 2026 | PT. Express Persada Linuhung. All Right Reserved