Kamis, 10 September 2026
Hot

Tolak Pembangunan SMPN 25 Tangsel, Warga Bukit Nusa Indah Minta Lahan Dikembalikan Jadi Fasum

Article ad before first paragraph

HARIANEXPRESS, TANGSEL — Warga Perumahan Bukit Nusa Indah, Kelurahan Serua Indah, Kecamatan Ciputat, dengan tegas menyampaikan penolakan terhadap rencana Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) yang hendak membangun Gedung SMPN 25 Tangsel di lingkungan perumahan mereka, Kamis (10/9/2026).

Warga mendesak agar lahan tersebut dikembalikan sesuai peruntukan yang awalnya sebagai alokasi fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos).

Perwakilan warga Perumahan Bukit Nusa Indah, Heru (45), menjelaskan bahwa lahan seluas kurang lebih 3.000 meter persegi tersebut sejak awal diserahterimakan oleh pengembang untuk kebutuhan warga lokal. Lahan tersebut dialokasikan sebagai ruang terbuka hijau (RTH), lapangan olahraga, balai warga, serta daerah resapan air guna menjaga keseimbangan lingkungan permukiman.

Menurut Heru, fokus fungsi lahan menjadi bangunan sekolah menengah akan memberikan dampak negatif langsung terhadap kenyamanan dan kualitas hidup warga setempat. Akses jalan utama di dalam perumahan yang relatif sempit diyakini tidak akan mampu menampung seluruh lalu lintas kendaraan saat jam berangkat dan pulang sekolah, yang berpotensi memicu kemacetan parah di koridor pemukiman harian.

Article ad in the middle of article

Selain persoalan kemacetan, warga juga mengancam ancaman krisis lingkungan. Pengalihan fungsi lahan terbuka menjadi bangunan fisik secara masif berburu dapat merusak zona resapan udara di wilayah tersebut. Hal ini berisiko terjadinya pengumpulan hingga banjir pada musim hujan tiba, mengingat perumahan tersebut membutuhkan areal RTH yang memadai.

Warga menegaskan bahwa pada prinsipnya mereka tidak menentang program pembangunan sarana pendidikan di Kota Tangerang Selatan. Namun, mereka mendesak Pemkot Tangsel untuk melakukan evaluasi ulang dan mencari lokasi alternatif lain yang memiliki akses jalan lebih luas serta tidak mengorbankan hak fasos-fasum masyarakat yang sudah ada.

Menangapi gejolak dan aspirasi tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan menyatakan siap membuka ruang dialog bersama perwakilan warga Bukit Nusa Indah. Pihak Pemkot Tangsel berjanji akan mengkaji kembali aspek tata ruang di lokasi tersebut guna mencari solusi terbaik yang mengakomodasi kebutuhan sarana pendidikan daerah tanpa merugikan ketenteraman warga perumahan sekitar.

Article ad after last paragraph