Minggu, 11 Oktober 2026
Hot

Kapolri Suyudi: Hindari Sombong dan Tetap Rendah Hati

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto mengingatkan jajaran kepolisian untuk tetap rendah hati dan menjaga amanah saat menjadi khatib Jumat di Mabes Polri.

Article ad before first paragraph

Sastria Danol Penulis | Ipnu Subroto Editor

HARIANEXPRESS TANGERANG SELATAN – Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menekankan pentingnya kerendahan hati dan akhlak mulia dalam mengemban jabatan saat menjadi khatib salat Jumat di Masjid Al Ikhlas Mabes Polri, Jumat (9/10/2026).

Eks Kapolda Banten tersebut mengingatkan seluruh jajaran kepolisian untuk selalu menjaga amanah dan menghindari sikap sombong. Ia juga menegaskan bahwa kekuasaan, pangkat, maupun kedudukan yang dimiliki merupakan titipan dari Tuhan yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban.

“Jadilah pribadi yang selalu rendah hati, jangan sombong, dan jangan pernah merasa lebih hebat daripada orang lain. Jabatan, pangkat, dan kekuasaan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Tetaplah menjadi pribadi yang sederhana,” ujar Jenderal Suyudi Ario Seto.

Article ad in the middle of article

Menurut alumni Akademi Kepolisian angkatan tahun 1994 ini, segala karunia yang diperoleh manusia harus dimanfaatkan demi kemaslahatan bersama. Ia berharap tidak ada satu pun anggota Polri yang memanfaatkan kedudukan mereka untuk bersikap semena-mena kepada publik.

“Karena itu, setiap nikmat perlu disyukuri dan digunakan untuk membantu sesama, bukan menjadi alasan untuk bersikap angkuh.”

Lebih lanjut, Jenderal Suyudi Ario Seto menyampaikan bahwa integritas moral seperti kejujuran, keikhlasan, serta kepedulian sosial adalah pilar utama dalam menjalankan tugas kepolisian. Kehadiran kepolisian di tengah masyarakat bertujuan untuk menjamin rasa aman dan mengayomi dengan sepenuh hati.

“Kejujuran, keikhlasan, serta kepedulian menjadi bagian penting dalam menjalankan setiap amanah. Polri hadir untuk memberi rasa aman di masyarakat, jabatan hanya sementara. Pengabdian lah yang paling utama,” tegasnya.

Sikap rendah hati ini dinilai sangat penting untuk diterapkan tidak hanya di lingkungan kerja saja, tetapi juga dalam keluarga dan kehidupan bermasyarakat sehari-hari. Kapolri meminta seluruh personel tidak main-main dalam melaksanakan tugas pengabdian yang mulia ini.

“Kemuliaan seseorang, pada hakikatnya, tidak hanya ditentukan oleh jabatan atau kekayaan, tetapi juga oleh akhlak, ketulusan hati, dan caranya memperlakukan sesama,” tutur Kapolri di akhir khutbahnya kepada media AFU.id.

Melalui khutbah Jumat tersebut, seluruh jemaah yang hadir diajak untuk melakukan refleksi diri demi memperbaiki kualitas akhlak dan perbuatan. Pesan ini diharapkan menjadi pengingat kuat bagi para pejabat publik agar tetap memegang teguh nilai kemanusiaan.

Article ad after last paragraph