ENGLISHEN
Home Pemerintahan Tangsel Tembus Peringkat Ketiga Nasional Kota Berkinerja Tinggi

Tangsel Tembus Peringkat Ketiga Nasional Kota Berkinerja Tinggi

Tangsel Tembus Peringkat Ketiga Nasional Kota Berkinerja Tinggi
Share

TANGSEL, HARIANEXPRESS – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) meraih predikat Kota Berkinerja Tinggi dalam evaluasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Kota ini menempati posisi ketiga secara nasional dengan skor 3,8023 pada peringatan Hari Otonomi Daerah (OTDA) ke-30, Senin (27/4/2026).

Capaian ini menandai lompatan signifikan kinerja pemerintahan Tangsel dalam beberapa tahun terakhir. Wali Kota Benyamin Davnie menerima penghargaan tersebut langsung di Jakarta.

Evaluasi LPPD merupakan instrumen utama Kemendagri untuk mengukur kualitas penyelenggaraan pemerintahan daerah. Penilaian mencakup aspek tata kelola, pelayanan publik, serta capaian pembangunan di berbagai urusan wajib dan pilihan. Skor di atas 3,0 umumnya masuk kategori tinggi, dan Tangsel berhasil mencatatkan angka 3,8023 pada evaluasi tahun 2025.

Data evaluasi menunjukkan tren positif yang jelas bagi Tangsel. Pada 2022, kota ini berada di peringkat 23 nasional dengan skor 2,95 (kategori sedang). Tahun berikutnya, 2023, peringkat naik ke posisi 12 dengan skor 3,43.

Pada 2024, Tangsel melanjutkan akselerasi ke peringkat 9 nasional dengan skor 3,54. Puncaknya terjadi pada evaluasi 2025, saat Tangsel berhasil masuk tiga besar nasional dengan skor 3,8023 dan status kinerja tinggi.

Peningkatan ini mencerminkan komitmen berkelanjutan Pemerintah Kota Tangsel dalam memperbaiki sistem birokrasi, transparansi, dan efektivitas program pembangunan.

Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menyatakan bahwa penghargaan ini menjadi indikator penting peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, dan pembangunan daerah secara keseluruhan.

Menurut Benyamin, pencapaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh perangkat daerah serta dukungan aktif dari masyarakat. Ia menekankan bahwa penghargaan ini bukan tujuan akhir, melainkan bahan evaluasi untuk terus melakukan perbaikan tata kelola yang berkelanjutan.

“Capaian itu menjadi indikator peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, dan pembangunan daerah.”

Benyamin Davnie menambahkan bahwa kerja sama semua pihak menjadi kunci utama keberhasilan ini. Ia berharap momentum ini dapat memotivasi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Tangsel untuk terus meningkatkan kinerja dalam melayani masyarakat.

Hari Otonomi Daerah ke-30 menjadi momentum tepat bagi pemerintah pusat untuk mengapresiasi daerah-daerah yang menunjukkan kinerja terbaik dalam mengelola otonomi. Evaluasi LPPD/EPPD membantu mengidentifikasi praktik baik (best practices) sekaligus area yang masih perlu perbaikan di berbagai daerah.

Bagi Tangsel, masuk tiga besar nasional ini menjadi bukti bahwa kota yang relatif muda ini mampu bersaing dengan daerah-daerah lain yang lebih mapan. Sebagai bagian dari wilayah aglomerasi Jabodetabek, Tangsel menghadapi tantangan kompleks seperti urbanisasi cepat, pengelolaan sampah, lalu lintas, dan peningkatan kualitas hidup warga.

Peningkatan skor secara bertahap menunjukkan bahwa strategi yang diterapkan Pemkot Tangsel—mulai dari reformasi birokrasi, digitalisasi pelayanan, hingga program-program unggulan di bidang pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur—memberikan hasil yang terukur.

Penghargaan ini diharapkan membawa dampak positif bagi warga Tangsel. Tata kelola pemerintahan yang semakin baik biasanya berbanding lurus dengan peningkatan kualitas pelayanan publik, efisiensi anggaran, dan percepatan pembangunan.

Benyamin Davnie menegaskan bahwa Pemkot Tangsel akan menggunakan pencapaian ini sebagai pijakan untuk terus berinovasi. Perbaikan berkelanjutan menjadi fokus agar kinerja tidak hanya tinggi di kertas, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat.

Beberapa aspek yang sering menjadi perhatian dalam evaluasi LPPD antara lain transparansi pengelolaan keuangan daerah, penyerapan anggaran, capaian indikator makro daerah, serta partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan. Meski detail lengkap skor per indikator belum dirilis secara publik, tren keseluruhan menunjukkan kemajuan di berbagai sektor.

Meski meraih posisi ketiga nasional, Pemkot Tangsel tetap harus waspada terhadap berbagai tantangan. Persaingan antardaerah semakin ketat, sementara ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan publik terus meningkat. Isu-isu strategis seperti ketahanan pangan, adaptasi perubahan iklim, dan transformasi digital menjadi pekerjaan rumah yang tidak boleh terabaikan.

Benyamin Davnie dan jajaran pemimpin daerah diharapkan dapat mempertahankan momentum ini dengan memperkuat kolaborasi antarstakeholder, termasuk dengan pemerintah provinsi Banten dan pemerintah pusat.

Share
Related Articles
Pengamat Nilai Sewa Kendaraan Dinas Pemkot Tangsel Strategi Efisiensi Fiskal
Pemerintahan

Pengamat Nilai Sewa Kendaraan Dinas Pemkot Tangsel Strategi Efisiensi Fiskal

Kebijakan sewa kendaraan dinas Pemkot Tangsel dinilai positif oleh pakar. Ini menghemat...

Hadapi Kekeringan, Pemkot Tangsel Distribusikan Air Bersih dan Bangun Sumur Bor
Pemerintahan

Hadapi Kekeringan, Pemkot Tangsel Distribusikan Air Bersih dan Bangun Sumur Bor

Pemkot Tangerang Selatan melalui BPBD dan Perkimta memulai distribusi air bersih serta...

Pemkot Tangsel Pasang 3.280 PJU Baru untuk Pemerataan Penerangan
Pemerintahan

Pemkot Tangsel Pasang 3.280 PJU Baru untuk Pemerataan Penerangan

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) akan membangun 3.280 titik Penerangan Jalan...

Kontingen Kota Tangerang Selatan dijadwalkan menggelar Simulasi Jamnas di Hannari Ecopark Rumpin
HeadlinekomunitasPendidikanPramukaSorotan

Kontingen Kota Tangerang Selatan dijadwalkan menggelar Simulasi Jamnas di Hannari Ecopark Rumpin

Simulasi Jamnas Kontingen Kota Tangerang Selatan di Hannari Ecopark memantapkan kesiapan peserta...


DMCA.com Protection Status

Kanal

© 2019 - 2026 | PT. Express Persada Linuhung. All Right Reserved