HARIANEXPRESS TANGERANG SELATAN – Menjelang perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Banten 2026, pihak Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora), KONI Tangerang Selatan, serta instansi terkait didesak untuk segera merampungkan pengadaan serta penyiapan seluruh peralatan pertandingan cabang olahraga, mengingat waktu pelaksanaan yang semakin dekat, Selasa (3/11/2026).
Desakan tersebut disuarakan oleh Ketua Muaythai, Tangerang Selatan, Irwan Taufik, yang sejalan dan diamini pula oleh pengurus cabang olahraga (cabor) sepak takraw, silat serta bola voli. Menurut Irwan, seruan ini bukan ditujukan sebagai kritik yang menjatuhkan, melainkan sebagai masukan yang membangun agar kualitas penyelenggaraan turnamen berjalan optimal dengan berkaca pada kesuksesan ajang serupa di daerah lain.

Sebelumnya, sejumlah cabor telah berkumpul dalam forum diskusi yang diinisiasi oleh Ketua IPSI, Delima Bungsu Andy. Pertemuan ini bertujuan untuk membangun komunikasi konstruktif dengan pihak-pihak terkait mengenai kendala yang dialami sekaligus mencari jalan keluarnya bersama.
Berdasarkan informasi dari pengurus KONI, koordinasi terkait dana hibah yang sempat ramai di media sebenarnya telah rampung dan dibahas dengan baik bersama unsur pimpinan. Oleh karena itu, fokus saat ini sepenuhnya beralih pada penyediaan fasilitas, sarana prasarana (sarpras), serta perlengkapan tanding. Terlebih lagi, sejumlah cabor dijadwalkan mulai bertanding pada 10 November mendatang.
Kendati demikian, lambannya penataan pengadaan peralatan menuai sorotan dan keresahan tajam dari para pengurus cabor tuan rumah. Per tanggal 3 November 2026, para pengurus mengaku masih harus menunggu tanpa adanya kepastian realisasinya.
Ani, selaku Ketua Cabor Bola Voli, mengungkapkan kekesalannya yang mendalam atas berlarut-larutnya proses administrasi dan pencairan. “Tinggal beberapa hari lagi, semua belum ada kepastian,” ujarnya, menggambarkan keresahan dan lambannya penanganan masalah perlengkapan dan peralatan tersebut.
Penyelesaian masalah perlengkapan dan perlatan ini dinilai sangat krusial demi menjaga kelancaran dan keamanan acara. Terlebih lagi, ajang Porprov Banten tahun ini merupakan sejarah baru karena untuk pertama kalinya diselenggarakan di wilayah Kota Tangerang Selatan. Keberhasilan penyelenggaraan kompetisi ini nantinya akan menjadi sorotan penting, baik di mata atlet lokal maupun kontingen luar daerah yang berpartisipasi.
Para pengurus cabor mengingatkan bahwa terdapat empat parameter utama keselamatan dan keberhasilan pertandingan, yakni peralatan yang layak dan sesuai standar, atlet yang siap secara fisik maupun mental, dewan juri yang profesional, serta venue yang memenuhi standar kelayakan..
Melalui desakan ini, Irwan Taufik berharap Dispora, KONI, serta Porprov Panitia Besar dapat bergerak cepat menanggapi kebutuhan mendesak tersebut. Langkah proaktif ini mutlak diperlukan agar tidak ada pihak luar yang merasa kecewa atau memberikan penilaian miring terhadap penyelenggaraan Porprov Banten 2026 di Tangerang Selatan akibat kendala fasilitas.








