Hot
    Responsive Ads
    Home Benyamin Davnie Lingkungan Sorotan

    Tangsel Alihkan 200 Ton Sampah ke Cileungsi

    "Pemkot Tangsel alihkan 200 ton sampah per hari ke Cileungsi setelah penghentian sementara di Cilowong, Serang, untuk cegah tumpukan sampah."

    2 min read

    -
    Tangsel Alihkan 200 Ton Sampah ke Cileungsi

    TANGSEL, HARIANEXPRESS - Pemerintah Kota Tangerang Selatan mengambil langkah cepat dengan mengalihkan pembuangan sampah ke fasilitas di Cileungsi, Kabupaten Bogor, setelah penghentian sementara di TPAS Cilowong, Kota Serang.

    Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) merespons penghentian sementara pengiriman sampah ke Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Cilowong di Kota Serang, Banten. Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, mengumumkan kesepakatan baru untuk mengirim sampah ke lokasi pengelolaan di Cileungsi.

    Mulai 7 Januari 2026, Tangsel mengirim sekitar 200 ton sampah per hari ke Cileungsi. Pengalihan ini berlangsung selama 14 hari ke depan. Tujuan utama menghindari penumpukan sampah di pemukiman warga dan area publik di wilayah Tangsel.

    benyamin davnie
    Walikota Tangsel Benyamin Davnie. (Foto: Juno/Tangerangupate.com)

    Benyamin Davnie menekankan koordinasi antarinstansi untuk menjaga kelancaran operasi.

    "Saya sudah instruksikan seluruh jajaran terkait untuk bergerak cepat dan terkoordinasi. Penanganan titik prioritas, pengaturan ritase armada, dan penguatan pengelolaan di tingkat hulu terus kami lakukan."

    Pemkot Tangsel memprioritaskan pelayanan kebersihan agar masyarakat tetap nyaman. Sistem pengelolaan sampah tidak lumpuh meski menghadapi kendala sementara.

    Benyamin Davnie menyampaikan pesan tegas kepada publik.

    "Saya sampaikan dengan tegas kepada masyarakat, Pemerintah Kota Tangerang Selatan tidak berhenti bekerja dan tidak menyerah. Penghentian pengiriman ke Cilowong ini bersifat sementara."

    Ia meminta warga tetap tenang karena pemerintah bertanggung jawab penuh atas masalah sampah tanpa membebankannya kepada masyarakat.

    Situasi ini mendorong evaluasi mendalam terhadap sistem pengelolaan sampah di Tangsel. Pemkot melihatnya sebagai peluang untuk mengurangi ketergantungan pada kerja sama antardaerah yang bersifat darurat.

    Benyamin menambahkan visi jangka panjang.

    "Kondisi ini menjadi momentum bagi kami untuk mempercepat pembenahan sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh dan berkelanjutan, agar ke depan Tangsel memiliki kemandirian dalam pengelolaan limbah."

    Penghentian pengiriman ke TPAS Cilowong dimulai pada Selasa sore, 6 Januari 2026. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang mengambil keputusan ini untuk evaluasi menyeluruh terhadap dampak lingkungan dan sosial.

    Kepala DLH Kota Serang, Farach Richi, menjelaskan alasan penghentian.

    "Maka untuk sore ini disetop dulu. Penyetopan ini dilakukan sembari menunggu hasil evaluasi yang akan disampaikan kepada Wali Kota Serang untuk menentukan arah kebijakan selanjutnya."

    DLH Serang telah mengirim surat resmi kepada DLH Tangsel. Evaluasi mencakup kesiapan teknis fasilitas Cilowong serta respons masyarakat sekitar.

    Keputusan ini menanggapi keluhan warga terkait dampak pengangkutan sampah. DLH Serang memperketat pengawasan melalui pos pemeriksaan di Kilometer 68 dan area Cakung untuk mencegah kebocoran air lindi dari truk pengangkut.

    Farach Richi menegaskan protokol ketat.

    "Cek poin itu kami lakukan untuk memastikan kondisi mobil tidak meneteskan air lindi. Kalau berceceran, maka armada tersebut kami perintahkan putar balik."

    Pengalihan ke Cileungsi merupakan solusi jangka pendek yang telah dikoordinasikan dengan pihak swasta pengelola fasilitas di sana. Kapasitas 200 ton per hari ini membantu menstabilkan pengelolaan sampah di Tangsel sambil menunggu kelanjutan kerja sama dengan Serang.

    Masalah sampah di Tangsel bukan hal baru. Sebelumnya, kota ini menghadapi kendala serupa saat bergantung pada fasilitas lain, termasuk TPST Bantargebang yang overload dan TPA Cipeucang yang sempat dibatasi. Pengalaman ini mendorong upaya mencari solusi mandiri, seperti penguatan pemilahan di hulu dan investasi infrastruktur lokal.

    Pemkot Tangsel terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan daerah tetangga. Warga diimbau mendukung program pengurangan sampah dari sumber untuk mengurangi beban sistem secara keseluruhan.

    Pengalihan sementara ini menunjukkan fleksibilitas pemerintah daerah dalam menghadapi tantangan lingkungan urban. Namun, para ahli menekankan perlunya investasi jangka panjang untuk mencapai kemandirian pengelolaan sampah di kawasan Jabodetabek.


    Sumber:
    • Artikel asli: https://tirto.id/pemkot-tangsel-alihkan-pembuangan-200-ton-sampah-ke-cileungsi-hoUF (diterbitkan 8 Januari 2026)
    • https://mediaindonesia.com/megapolitan/847617/atasi-penangguhan-tpas-cilowong-tangsel-alihkan-200-ton-sampah-ke-cileungsi
    • https://www.jpnn.com/news/tpas-cilowong-ditutup-pemkot-tangsel-alihkan-sampah-ke-cileungsi-selama-2-pekan
    • https://www.metrotvnews.com/read/NA0CrArm-tangsel-buang-200-ton-sampah-per-hari-ke-cileungsi-selama-2-pekan
    • https://megapolitan.antaranews.com/berita/480163/dlh-serang-banten-hentikan-sementara-kiriman-sampah-dari-kota-tangsel
    Komentar
    Additional JS